Wabup Kang Suyat Tegaskan Program MBG Magetan Harus Double Impact: Siswa Sehat, Petani Makmur.

13 - Mar - 2026, 07:02

Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan MBG

JATIMTIMESWakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro yang akrab disapa Kang Suyat-, pimpin Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan.

Dalam Rakor tersebut Kang Suyatni menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial. Ia menginstruksikan agar program nasional ini berjalan sesuai prosedur ketat demi memberikan manfaat nyata, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.

Baca Juga : Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Negara, dari Adu Telur hingga Festival Gula

Ia juga mewanti-wanti agar pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau unit dapur MBG tidak dilakukan secara serampangan. Segala bentuk infrastruktur pendukung harus mengantongi izin resmi dan dikoordinasikan secara intens dengan dinas terkait. "Koordinasi yang matang adalah kunci. Jangan sampai di kemudian hari muncul persoalan hukum atau administratif hanya karena kita lalai di awal. Semua harus berjalan on the track," tegas Kang Suyat.

Lebih jauh, Kang Suyat berharap MBG di Magetan memiliki multiplier effect. Program ini diharapkan tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga menjadi motor penggerak sektor pertanian dan UMKM lokal di Kabupaten Magetan. 

"Kami ingin bahan baku makanan ini diambil dari petani dan peternak lokal Magetan. Jadi, gizi anak-anak kita terpenuhi, ekonomi kerakyatan kita juga bergerak naik," imbuhnya.

"Kami ingin bahan baku makanan ini diambil dari petani dan peternak lokal Magetan. Jadi, gizi anak-anak kita terpenuhi, ekonomi kerakyatan kita juga bergerak naik," lanjutnya.

Di sisi operasional, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabuapetn Magetan, Saif Muchlisun, memaparkan sejumlah tantangan nyata di lapangan. Mulai dari standar higienitas dapur hingga fluktuasi harga bahan pangan yang kerap tidak stabil di pasar.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Magetan, Rohmat Hidayat, memastikan pihaknya terus bergerak melakukan supervisi.

Baca Juga : Diana AV Sasa DPRD Jatim Minta Pembenahan Fasilitas Terminal Maospati Jelang Mudik

"Saat ini sudah ada 55 SPPG yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kami akan terus memonitor manajemen gizi dan kebersihan secara berkala agar kualitas makanan tetap terjaga," ungkap Rohmat.

Meski progres menunjukkan tren positif, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Magetan, Suhardi, mengakui bahwa saat ini program MBG belum mampu menjangkau seluruh sekolah di Kabupaten Magetan secara serentak.

"Kami terus melakukan pemantauan kualitas menu dan kecukupan gizi bagi siswa yang sudah ter-cover. Distribusi juga kami atur sedemikian rupa, terutama menjelang masa libur panjang agar tidak ada stok yang terbuang percuma," jelas Suhardi.

Melalui rakor ini, Pemkab Magetan menargetkan sinergi antarperangkat daerah dan mitra semakin kuat. Dengan begitu, program MBG diharapkan berjalan optimal demi kesehatan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.