2 Orang Tewas Akibat Serangan Rudal Iran ke Abu Dhabi, Puing Jatuh di Permukiman

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

26 - Mar - 2026, 07:18

Ilustrasi serangan udara. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Serangan rudal yang diluncurkan Iran ke Uni Emirat Arab kembali menelan korban jiwa. Dua orang dilaporkan tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka setelah puing rudal jatuh di kawasan permukiman di Abu Dhabi pada Kamis, 26 Maret 2026.

Insiden tersebut terjadi setelah sistem pertahanan udara UEA berhasil mencegat rudal balistik yang mengarah ke wilayahnya. Namun, serpihan atau puing dari rudal yang hancur di udara justru jatuh ke area darat dan menimbulkan dampak fatal.

Baca Juga : Dunia Mulai Krisis BBM, Indonesia Tetap Tenang: Bahlil Pastikan Stok Aman

"Pihak berwenang Abu Dhabi telah menanggapi insiden yang melibatkan puing-puing yang berjatuhan di jalan Sweihan, setelah berhasil mencegat rudal balistik oleh sistem pertahanan udara," demikian pernyataan kantor media Abu Dhabi di platform X, dikutip Al Arabiya.

Dalam pernyataan lanjutan disebutkan, insiden tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia, tiga orang mengalami luka-luka, serta kerusakan pada sejumlah kendaraan yang berada di lokasi kejadian.

Menanggapi peristiwa ini, otoritas setempat langsung mengerahkan tim layanan darurat ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan penanganan situasi. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan hanya mengandalkan informasi resmi, serta tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Kementerian Pertahanan UEA sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sejumlah ancaman udara, termasuk rudal balistik dan kendaraan udara tanpa awak (UAV) yang diluncurkan dari Iran pada Kamis pagi.

Bahkan sehari sebelumnya, sistem pertahanan UEA juga menghadapi sembilan UAV yang dikirim dari Iran sebagai bagian dari eskalasi konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Sejak awal konflik memanas, tercatat sistem pertahanan udara UEA telah berhasil menggagalkan ratusan serangan, termasuk 357 rudal balistik, 15 rudal jelajah, serta 1.815 UAV.

Baca Juga : Sempat Ada Laporan Anonim, Aduan Resmi THR di Kota Malang Dipastikan Nihil

Insiden terbaru ini menambah jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan menjadi 11 orang. Korban terdiri dari kalangan militer maupun warga sipil.

Dalam serangan sebelumnya, dilaporkan tiga anggota angkatan bersenjata UEA serta enam warga negara asing turut menjadi korban tewas akibat puing rudal dan UAV yang jatuh di area permukiman.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar serangan berhasil dicegat, ancaman dari serpihan rudal yang jatuh tetap menjadi risiko serius bagi warga sipil.