Ucapan Bahlil Stok BBM Aman 20 Hari Justru Bikin Panik Masyarakat
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Yunan Helmy
28 - Mar - 2026, 06:54
JATIMTIMES - Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia soal cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut aman selama 20 hari ternyata memicu beragam reaksi di media sosial.
Alih-alih menenangkan publik di tengah situasi global yang memanas, angka “20 hari” justru ramai diperbincangkan warganet. Sebagian pengguna media sosial bahkan mengaitkannya dengan potensi masalah pasokan energi di dalam negeri.
Baca Juga : WFH 2026 di Depan Mata, Ini 5 Bocoran Aturan yang Sedang Disiapkan Pemerintah
Hal tersebut terungkap dalam analisis percakapan publik yang dilakukan BeData Technology di platform X selama periode 28 Februari hingga 8 Maret 2026.
Dalam laporan BeData, percakapan publik pada akhir Februari sebenarnya masih didominasi isu internasional. Warganet saat itu banyak menyoroti ketegangan di Timur Tengah, terutama terkait konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Situasi ini juga dikaitkan dengan kondisi di Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dunia.
Namun arah pembicaraan berubah pada 2 Maret 2026. Setelah pernyataan mengenai stok BBM nasional selama 20 hari mulai ramai diberitakan, perhatian publik pun bergeser ke kondisi energi di dalam negeri.

Sejak saat itu, angka “20 hari” menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas.
Dari hasil pemantauan percakapan di X yang dirilis BeData, mayoritas unggahan memang bersifat netral karena hanya membagikan informasi.
Namun sekitar 25,1 persen percakapan tercatat bernada negatif. Dalam unggahan tersebut, banyak warganet menyinggung kekhawatiran terkait potensi krisis energi, lonjakan harga BBM, hingga kemungkinan panic buying.
Sementara itu, percakapan bernada positif hanya mencapai sekitar 3,8 persen. Sedangkan 71,1 persen lainnya bersifat netral.
Lonjakan sentimen negatif disebut paling tinggi terjadi pada 2 Maret 2026, bertepatan dengan ramainya pemberitaan soal cadangan BBM nasional.
Diskusi di media sosial juga semakin ramai setelah muncul perbandingan cadangan minyak antarnegara.
Baca Juga : Bumbu Pecel Khas Kota Malang Ini Laris Manis hingga Mancanegara, Ini Rahasianya
Sejumlah unggahan viral membandingkan ketahanan energi Indonesia dengan Jepang. Dalam perbandingan tersebut, Jepang disebut memiliki cadangan minyak hingga sekitar 254 hari.
Analisis kata kunci dalam percakapan publik juga menunjukkan kecenderungan tertentu. Dalam unggahan bernada negatif, kata-kata seperti “perang”, “cadangan”, “harga”, “naik”, dan “20 hari” paling sering muncul.
Banyak pengguna media sosial mengaitkan situasi global dengan kemungkinan kenaikan harga energi maupun kebutuhan pokok.
Sebaliknya, kata-kata bernada positif seperti “aman” dan “stok” muncul jauh lebih sedikit dalam percakapan.
Dari hasil analisis percakapan publik yang dilakukan BeData, fenomena ini menunjukkan bagaimana satu pernyataan pemerintah bisa ditafsirkan beragam di ruang digital.
Informasi teknis seperti angka cadangan energi memang penting untuk disampaikan secara terbuka. Namun tanpa penjelasan yang cukup mengenai konteks dan langkah antisipasi, angka tersebut bisa memunculkan persepsi berbeda di masyarakat.
Akibatnya, pesan yang awalnya dimaksudkan untuk menenangkan justru memicu kehebohan baru di media sosial.
