Angkutan Pelajar Gratis Diharapkan Tekan Pelajar Berkendara Tanpa SIM

01 - Sep - 2026, 09:56

Angkutan pelajar gratis Kota Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemkot Malang mendorong pelajar yang belum memenuhi usia dan ketentuan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk memanfaatkan angkutan pelajar gratis.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, penyediaan angkutan pelajar menjadi salah satu upaya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar saat berangkat dan pulang sekolah.

Baca Juga : Tasyakuran Hasil Muktamar NU, Golkar Jatim Dorong Kolaborasi PBNU-Pemerintah

“Kami imbau kepada mereka bahwa kita sudah siapkan angkutan pelajar. Tentunya kami berharap mereka bisa memanfaatkan,” kata Wahyu.

Menurutnya, penggunaan angkutan pelajar tidak hanya berkaitan dengan keselamatan siswa. Program tersebut juga diharapkan mampu mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang melintas di jalan umum.

Terlebih, kepadatan lalu lintas kerap terjadi pada jam masuk dan pulang sekolah. Karena itu, Wahyu berharap keberadaan angkutan pelajar dapat menjadi alternatif bagi siswa maupun orang tua.

Namun, pemerintah tidak dapat secara langsung melarang orang tua mengantar anak menggunakan kendaraan pribadi. Pemkot memilih memberikan imbauan sekaligus menyiapkan strategi untuk mengurai kepadatan di sekitar sekolah.

“Kami tidak bisa meminta atau melarang mereka secara langsung, tetapi kami mengimbau,” ujarnya.

Wahyu mengatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kapolresta Malang Kota untuk memetakan sejumlah titik yang kerap mengalami kepadatan pada jam sekolah.

Koordinasi juga akan dilakukan bersama pihak sekolah. Pengaturan di titik-titik penjemputan dan pengantaran siswa dinilai penting agar tidak menimbulkan antrean kendaraan yang berujung kemacetan.

Baca Juga : Harga BBM Pertamax Turbo hingga Dexlite 1 September 2026 Naik, Cek Daftarnya

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengatur agar tertib, tidak ada kemacetan di titik-titik sekolah yang selama ini ada kepadatan,” jelasnya.

Di sisi lain, Wahyu menyebut program angkutan pelajar masih dalam tahap awal pelaksanaan. Pemkot Malang akan mengevaluasi pelaksanaannya berdasarkan kondisi di lapangan.

Ia juga membuka ruang bagi pelajar dan masyarakat untuk memberikan masukan. Evaluasi tersebut diharapkan membuat layanan angkutan pelajar semakin sesuai dengan kebutuhan pengguna.

“Ini kan baru pertama. Kami akan melihat sejauh mana, dan kami tetap meminta masukan terkait angkutan pelajar ini,” pungkasnya.