Soal Gempa Karawang-Bekasi yang Merusak 20 Bangunan, Begini Penjelasan BMKG
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
21 - Aug - 2025, 11:32
JATIMTIMES - Gempa bumi mengguncang wilayah Karawang-Bekasi, Jawa Barat, Rabu (20/8/2025) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami, meski sempat dirasakan di sejumlah daerah sekitar Jawa Barat hingga Jakarta.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan gempa terjadi pada pukul 19:54:55 WIB dengan parameter magnitudo M4,7. Episenter gempa berada di koordinat 6.52 LS dan 107.25 BT atau di darat, sekitar 19 km tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan kedalaman 10 km.
Baca Juga : Trunajaya Membakar Surabaya: Dari Balairung Arak ke Meriam VOC
"Rabu, 20 Agustus 2025 pukul 19:54:55 WIB, Karawang-Bekasi diguncang gempa tektonik. Hasil analisa BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update M 4,7. Episenter pada koordinat 6.52 LS dan 107.25 BT, tepatnya di darat 19 km Tenggara Kab Bekasi, Jawa Barat kedalaman 10 km," kata Daryono dikutip dari keterangannya di X, Kamis (21/8/2025).
Berdasarkan analisis, gempa ini tergolong gempa dangkal. BMKG menyebut sumber gempanya berasal dari sesar naik busur belakang Jawa Barat atau dikenal dengan West Java back-arc thrust.
"Gempa Karawang-Bekasi M4,9 dipicu West Java back-arc thrust, dulu dikenal dengan Sesar Baribis, namun ternyata Sesar Baribis itu salah satu segmen dari West Java back-arc thrust," jelas Daryono.
BMKG juga menambahkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, mekanisme gempa ini dipicu oleh pergerakan naik (thrusting) dari segmen sesar tersebut.
Getaran gempa Karawang-Bekasi dirasakan cukup luas. Berdasarkan laporan masyarakat, gempa ini dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah daerah:
• Bekasi: skala III-IV MMI
• Purwakarta, Cikarang, Depok: skala III MMI
• Bandung, Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi Timur: skala II-III MMI
• Tangerang, Pandeglang, Cianjur, Pelabuhan Ratu, Lebak: skala II MMI
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat (BPBD Jabar) mencatat 20 bangunan di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi rusak akibat gempa ini.
BMKG juga melaporkan adanya gempa susulan setelah lindu utama. "Hingga pukul 20:35 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap Gempa Karawang-Bekasi M4,7 menunjukkan adanya 1 (satu) aktivitas gempabumi susulan dengan magnitude M2.1," ungkap Daryono.
Baca Juga : Proses Penandaan Bangunan Rampung, Pemkot Surabaya Lanjutkan Normalisasi Sungai Kalianak
Menurut catatan BMKG, sumber gempa ini tampaknya berkaitan dengan aktivitas segmen Citarum, yang merupakan bagian dari West Java back-arc thrust.
"Gempa Karawang-Beksi ini tampaknya bersumber dari aktivitas segmen Citarum (bagian dari West Java back-arc thrust)," tambah Daryono.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak jelas kebenarannya. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan gempa.
"Hasil analisis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tidak Berpotensi Tsunami," pungkas Daryono.
