Ribuan Jemaah Padati Istighotsah Kubro 100 Tahun NU, Wali Kota Blitar Tegaskan Peran NU dalam Pembangunan Daerah
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
A Yahya
24 - Jan - 2026, 01:10
JATIMTIMES — Ribuan jemaah dari berbagai wilayah Blitar Raya dan sekitarnya memadati Stadion Soeprijadi, Kota Blitar, sejak pukul 05.00 WIB, dalam gelaran Istighotsah Kubro Nahdlatul Ulama (NU) Blitar Raya untuk memperingati 100 Tahun Nahdlatul Ulama. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, diikuti ulama, santri, pengurus NU, serta masyarakat umum.
Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, menyampaikan apresiasi atas konsistensi NU selama satu abad dalam menjaga persatuan bangsa dan menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat. Menurut dia, NU memiliki peran strategis tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.
“Selama 100 tahun, Nahdlatul Ulama telah menjadi pilar penting dalam menjaga kerukunan umat beragama dan stabilitas daerah, khususnya di Kota Blitar. Kontribusi NU sangat nyata dalam merawat persatuan dan membangun harmoni sosial,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Mas Ibin itu.
Ia menegaskan, Istighotsah Kubro tidak sekadar agenda seremonial, melainkan momentum refleksi dan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemajuan daerah, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat. Mas Ibin menilai kekuatan spiritual dan kebersamaan menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Doa bersama ini menjadi penguat ikhtiar lahir dan batin. NU selama satu abad telah berperan sebagai penjaga nilai keagamaan, kebangsaan, dan kebudayaan, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung terwujudnya Kota Blitar yang maju, menuju kota masa depan,” katanya.

Mas Ibin juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan seperti NU merupakan modal sosial yang berharga. Dalam konteks pembangunan, NU dinilai konsisten mendorong moderasi beragama, toleransi, dan semangat kebangsaan yang sejalan dengan arah pembangunan Kota Blitar.
Dalam pernyataannya, Mas Ibin menyebut NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki peran sentral dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dengan semangat moderasi dan cinta tanah air.
“Nahdlatul Ulama terus menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman. Seratus tahun bukanlah akhir, melainkan langkah awal yang lebih besar untuk terus merawat tradisi, merangkul perbedaan, dan menebarkan kebaikan bagi Nusantara,” ujar Mas Ibin.
Baca Juga : Update Banjir-Longsor di Pujon: Jumlah Sekolah Terdampak Bertambah
Peringatan 100 Tahun NU melalui Istighotsah Kubro ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara kekuatan keagamaan dan pemerintah daerah. Pemkot Blitar menilai, nilai-nilai yang dijaga NU selama satu abad merupakan fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

