Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Adi Wira Prakasa. (foto: Doni Heriyanto/BangkalanTIMES)
Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Adi Wira Prakasa. (foto: Doni Heriyanto/BangkalanTIMES)

Keluarga H (13) warga Desa Kompol, Kecamatan Geger, korban pemerkosaan yang terjadi pada 7 Februari 2016 lalu, mengaku sangat kecewa terhadap kinerja Polres Bangkalan. Karena hingga saat ini dari 11 pelaku pemerkosaan baru 5 orang yang diamankan.

"Terus terang kami kecewa, kalau seperti ini pihak kepolisian sepertinya tidak mampu menangkap para pelaku," keluh Abdul Hafid tokoh Desa Kompol, kecamatan Geger mewakili keluarga korban, Jumat (25/3/2016).

Mantan kepala desa setempat menyampaikan, jika kepolisian benar-benar bekerja dengan serius semestinya 11 pelaku sudah berhasil diamankan. Apalagi, polres Bangkalan berjanji membentuk tim khusus dalam menangani kasus pemerkosaan tersebut.

"Tentunya sekarang kami mau menagih janji keseriusan polres untuk mengusut tuntas kasus ini," ucapnya.

Menurut Hafid, dari 5 tersangka yang telah mendekam dibalik jeruji Mapolres, tiga diantaranya menyerahkan diri. Sehingga hal itu menunjukan ketidak mampuan kepolisian memburu para pelaku pemerkosaan.

"Ada satu tersangka sudah divonis pengadilan, tapi sepertinya ditutup-tutupi," sesalnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Adi Wira Prakasa mengatakan, pihaknya tetap berupaya memburu keberadaan para tersangka yang belum berhasil diamankan. Berbagai cara telah dilakukan agar kasus ini bisa segera dapat diselesaikan.

"Kami bukan lamban, tapi membutuhkan waktu. Sebab, kasus yang kami tangani tidak hanya ini saja, dan personel sangat terbatas," terangnya.

Mantan kapolsek Arosbaya ini menjelaskan, enam pelaku lainnya yang belum ditangkap telah ditetapkan menjadi sasaran target operasi (TO). Pihaknya, juga harus membagi tugas untuk menangani perkara lainnya.

"Kami tidak pernah tertutup dalam kasus ini. Satu tersangka sudah divonis kalau tidak salah 7 tahun penjara. Tapi kami belum menerima salinan putusan dari pengadilan," tandasnya. (*)