MENANGIS: Bunda Maria yang diperankan anggota orang muda Katolik (OMK) Gereja Gembala Baik meratapi Yesus yang disalib, Jumat (25/3/2016). (Foto: Nurliana Ulfa/BatuTIMES)
MENANGIS: Bunda Maria yang diperankan anggota orang muda Katolik (OMK) Gereja Gembala Baik meratapi Yesus yang disalib, Jumat (25/3/2016). (Foto: Nurliana Ulfa/BatuTIMES)

Memeringati wafatnya Isa Al Masih atau Hari Paskah, gereja Katolik Gembala Baik di Jalan Ridwan Kelurahan Ngaglik Kota Batu memberikan sajian drama kepada umatnya.

Sekitar 1500 umat Katolik dari Kota Batu maupun wisatawan yang menyempatkan beribadah di gereja ini, menyaksikan visualisasi kisah sengsara Yesus Kristus. Visualisasi tersebut menceritakan tentang detik-detik disalibnya Yesus di Jerussalem.

Diperankan oleh para anggota orang muda Katolik (OMK) Gereja Gembala Baik, visualisasi ini mengundang perhatian para umat.

Suara cambuk yang dipukulkan ke tubuh pemeran Yesus, erangan, makian, dan tangisan Bunda Maria membuat para umat tidak kuasa membendung air mata. Tidak hanya jemaat perempuan, jemaat laki-laki pun ikut menitikkan air mata.

Kepala Pastur Gereja Gembala Baik Romo Michael Agung Christiputra O.Carm mengatakan, visualisasi ini dimaksudkan untuk membantu penghayatan para jemaat.

”Visualisasi ini membantu umat dalam merenungi kesengsaraan Yesus dan sebagai sarana introspeksi diri,” jelas mantan rektor Universitas Katolik Widya Karya Malang ini.

Pria yang akrab disapa Romo Agung ini juga secara tidak langsung ingin mengajak para pemuda pemeran visualisasi ini untuk menata hidupnya masing-masing dan kembali ke jalan yang benar.

Selain itu, melalui Paskah tahun  2016 ini Romo Agung ingin menjadikan gereja Gembala Baik di Kota Batu sebagai gereja yang murah hati, terbuka bagi siapapun umat yang beribadah.

Salah satu langkahnya adalah dengan mengajak anak-anak, manula, dan orang sakit untuk memperingati Paskah di dalam gereja.

”Tahun lalu, anak-anak ini dipisah, tapi tahun ini dijadikan satu saja dengan orang dewasa. Kalau ramai ya tidak apa-apa namanya juga anak-anak,” ujar Romo Agung. (*)