Anggota Komisi IX DPR RI Ir Budi Yuwono Minta Desa Joho Jadi Contoh Kampung KB | Mojokerto TIMES

Anggota Komisi IX DPR RI Ir Budi Yuwono Minta Desa Joho Jadi Contoh Kampung KB

Dec 23, 2017 17:17
Ir Budi Yuwono (kanan), bersama Maria Ernawati dari BKKBN Jatim. terus bersinergi mensukseskan Program KB.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Ir Budi Yuwono (kanan), bersama Maria Ernawati dari BKKBN Jatim. terus bersinergi mensukseskan Program KB.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Anggota Komisi IX DPR RI Ir Budi Yuwono dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar sarasehan Integrasi Kampung KB bersama Mitra Kerja, di Desa Joho, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (23/12/2017).

Sosialisasi ini diikuti oleh 200 orang dari perwakilan warga, kader KB dan PKK dari Desa Joho. Hadir pula sebagai undangan, Kades, Muspika Kecamatan Kalidawir dan Togatomas.

Dalam sosialiasi kali ini, Ir Budi Yuwono secara khusus meminta Desa Joho untuk bisa menjadi contoh Kampung KB. Menurut dia, Desa Joho bisa menjadi contoh bagi wilayah lain untuk bisa menerapkan hal yang sama, terlebih kini Presiden Jokowi tengah getol-getolnya menggelorakan semangat membangun Indonesia dari Pinggiran.  

“Desa Joho ini sudah jadi Kampung KB, tentunya program KB di desa ini harus berjalan baik. dengan optimalisasi Program KB dan menebarkan contoh positif pola hidup KB,” kata Ir Budi yang dikenal dekat dengan rakyat.

Dalam kesempatan ini Ir Budi juga menyampaikan, untuk mensukseskan Program KB dibutuhkan peran serta stakeholder, masyarakat, kader KB dan relawan. Ia berharap seluruh elemen di Desa Joho senantiasa kompak sehingga Program KB di desa ini akan terus berkembang.

 “Karena itu saya berharap kekompakan ini terus berlanjut. dan juga teruslah berinovasi  dan membuat program KB  yang bisa dipahami masyarakat,” tambahnya.

Sementara Maria Ernawati dari BKKBN Provinsi Jawa Timur dalam paparannya menjelaskan bahwa KB sekarang sudah tidak lagi bicara dua anak cukup, tapi KB jaman sekarang juga merupakan program untuk mensejahterakan keluarga.

“Keluarga wahana pertama dan utama dalam pembangunan karakter bangsa. Pembentukan perilaku yang berbudi pekerti, memiliki semangat pantang menyerah, dan berjiwa gotong royong, dimulai dari keluarga. oleh karena itu program-program KB saat ini fokus untuk mensejahterakan keluarga,” jelas Ernawati.

Lebih lanjut Ernawati menyampaikan tentang pentingnya menerapkan 8 Fungsi Keluarga dalam kehidupan rumah tangga. 8 fungsi keluarga tersebut yakni fungsi keagaaman, Fungsi Sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosial dan pendidikan, fungsi ekonomi serta fungsi lingkungan. Yang mana kedelapan fungsi tersebut saling berkaitan.

“Keluarga sejahtera merupakan dambaan dan harapan dari setiap keluarga.Apabila keluarga telah menerapkan 8 fungsi tersebut diharapkan tercipta keluarga yang baik, mengingat kondisi masyarakat Indonesia saat ini sudah kendur dalam peningkatan keluarga sejahtera terutama pemahaman program Keluarga Berencana.

“Saya harapkan pula kepada stakeholder dan Kader-kader KB terus giat dalam meningkatkan program KB. Kader-kader harus gencar mensosialisaikan program-program KB ke masyarakat agar tercipta keluarga sejahtera,” harapnya.

“Kita beruntung memiliki wakil rakyat seperti Bapak Ir Budi Yuwono yang sangat peduli dengan Program KB. Upaya dan semangat beliau ini tentunya bagus sekali  untuk menggaungkan kembali program KB agar kembali jaya,” tambahnya.(*)

Topik
blitar Berita Blitar Kampung KB

Berita Lainnya