Ilustrasi Agen. Kabupaten Malang kini telah memiliki sekitar 400 agen yang berada di berbagai lokasi perdesaan. (Ist)
Ilustrasi Agen. Kabupaten Malang kini telah memiliki sekitar 400 agen yang berada di berbagai lokasi perdesaan. (Ist)

  Banyak orang tidak mengetahui bahwa di 378 desa yang ada di Kabupaten Malang,  ternyata tumbuh para agen. Bahkan, keberadaannya yang diperkirakan berjumlah 400 agen dan tersebar di berbagai pelosok desa ini sudah bergerilya sejak tahun lalu. 

Hal ini tercetus dari salah satu karyawan yang secara gigih terus melakukan rekrutmen agen-agen baru di wilayah Malang Raya. "Keberadaan agen tentunya sangat membantu kami. Jadi, kami terus melakukan pendekatan untuk menambah jumlahnya. Wilayah Kabupaten Malang memang baru sekitar 400 agen yang bergabung dengan kami, " kata Eka Kurniawan, pimpinan bidang operasional sebuah bank pelat merah cabang Malang,  Jumat (16/03). 

Lantas apa fungsi dari para agen yang secara masif dibentuk oleh bank pelat merah dan dinamakan Agen 46 ini di berbagai pelosok desa? Eka menjelaskan,  keberadaan Agen 46 ini dalam upaya pemerintah memberikan pelayanan bagi masyarakatnya secara lebih cepat,  mudah serta berdampak secara merata. "Jadi, bukan hanya dinikmati oleh warga penerima bantuan pemerintah pusat saja,  tapi oleh masyarakat dan juga pemerintah desa," ujarnya. 

Eka yang  didampingi Kepala Dinas Sosial (Kadinsos)  Kabupaten Malang Sri Pudji Lestari melanjutkan,  melalui Agen 46, penyaluran bantuan nontunai Program Keluarga Harapan (PKH)  bisa lebih mudah diakses pencairannya oleh keluarga penerima manfaat (KPM). 

Hal ini ditegaskan juga oleh Sri Pudji Lestari. Dia menyatakan,  KPM pada saat melakukan pencairan bisa di berbagai agen yang sudah ada  di desanya. 

"Baik itu agen di toko klontong,  e-warung sampai di badan usaha milik desa (BUMDesa). Tidak usah jauh-jauh ke kantor cabang bank yang ditunjuk," terangnya. 

Dengan adanya 400 agen inilah, nanti KPM bisa memaksimalkan bantuan yang diterimanya.  Di sisi agen pun,  tidak hanya melayani pencairan KPM saja, tapi juga mendapatkan keuntungan dari setiap transaksi tersebut. 

Kadinsos Kabupaten Malang yang biasa disapa Yayuk itu menegaskan,  keuntungan finansial bagi agen ini bisa dipergunakan untuk tambahan modal usahanya.  "Apalagi kini Pemkab Malang juga sedang giat-giatnya membangun BUMDesa di seluruh desa. Ini peluang bagi desa untuk berusaha menjadi agen," ucapnya. 

Keuntungan finansial bagi agen, baik lewat BUMDesa,  e-warung,  toko klontongan dan lainnya  terbilang cukup lumayan. Setiap melayani 1 orang atau KPM mendapatkan Rp 5 ribu per  transaksinya. 

"Selain iti kita berikan software dan alat gesek berupa mesin ATM kecil secara gratis kepada agen untuk melayani KPM yang jumlahnya 31 ribu di tahun ini, " kata Eka yang juga menyatakan,  keberadaan agen ini bisa menjadi medium bagi suksesnya tujuan pemerintah dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. 

Untuk menjadi agen,  prasyaratnya cukup mudah. Kalau berbentuk BUMDesa,  pengelola hanya melampirkan Peraturan desa (perdes), anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) kepada kantor cabang bank pelat merah. Bagi masyarakat juga hampir sama,  yaitu melampirkan dokumen pendirian usaha dan lainnya. (*)