Awal Tahun, Pertumbuhan Kredit Malang Raya Tumbuh 13,05 Persen | Mojokerto TIMES

Awal Tahun, Pertumbuhan Kredit Malang Raya Tumbuh 13,05 Persen

May 07, 2018 18:51
Kepala OJK Malang, Widodo saat ditemui awak media (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)
Kepala OJK Malang, Widodo saat ditemui awak media (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)

Pertumbuhan angka kredit di wilayah Malang Raya dan kawasan sekitar mengalami pertumbuhan signifikan. Sepanjang triwulan I tahun 2018, kredit perbankan di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatatkan kenaikan sebesar 13,05 persen.

Kepala OJK Malang Widodo mengungkapkan, sektor dana pihak ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan yang paling kentara. Total pertumbuhan kredit hasil kalkulasi dari beberapa sektor ekonomi, naik sebesar 13,05 persen dibanding pada triwulan pertama 2017 lalu.

"Pertumbuhan kredit di Malang Raya cukup bagus. Ketika dikalkulasi, yang memberikan pengaruh yang cukup signifikan adalah dari sektor rumah tangga dan juga perdagangan. DPK juga tercatat tumbuh signifikan," paparnya.

Widodo menyebut, sepanjang Januari hingga Maret 2017, nilai kredit yang mengalir ke masyarakat sebesar Rp 37 triliun. "Sementara awal tahun hingga Maret 2018 ini, berada di angka Rp 42 triliun. Artinya, growth year on year sebesar 13,05 persen," urainya.

Lebih lanjut, Widodo menjelaskan, sektor ekonomi yang memberikan pengaruh paling besar adalah dari sektor rumah tangga. Hingga bulan Maret 2017, sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar Rp 15 triliun. Sementara tahun ini, hingga bulan Maret 2018, memberikan kontribusi sebesar Rp 17 triliun. "Pertumbuhannya sebesar 13,34 persen. Artinya, masyarakat cenderung konsumtif," kata dia.

Sementara dari sektor riil, yang memberikan pengaruh paling besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran. Pada bulan Maret 2017, sektor tersebut memberikan kontribusi sekitar Rp 9,5 triliun. Sementara, pada bulan Maret 2018, memberikan kontribusi sebesar Rp 10,5 triliun. "Ada kenaikan sebesar 10,82 persen dari tahun lalu," paparnya.

Widodo memaparkan, untuk total kredit atau pembiayaan bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR) pada triwulan I 2017, sebesar Rp 38 triliun. Sementara pada triwulan I 2018, sebesar Rp 43 triliun. "Pertumbuhannya sekitar 12,08 persen," kata dia. 

Untuk total pengumpulan DPK untuk bank umum, lanjutnya, pada triwulan I 2017, sekitar Rp 57 triliun. Sementara pada trimester I 2018, sebesar Rp 58 triliun. "Kalau dari year on year, pertumbuhannya sebesar 10,41 persen. Ini menandakan pertumbuhan ekonomi di Malang bagus," kata dia. 

Di sektor kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) pada trimester I 2018 ada di angka 1,8 persen. Sementara tahun lalu, sebesar 2,83 persen. "Kredit macet tidak terlalu besar. Kalau berada di bawah 5 persen, masih aman," papar dia. Sedangkan untuk Loan to Deposit Ratio (LDR) pada triwulan I kali ini ada di angka 74,59 persen. Sementara tahun lalu, 67,58 persen.

"LDR itu menunjukkan dana masyarakat yang mampu dihimpun di bank. Angka 74 persen itu ideal. Kalau terlalu rendah, berada di angka 60 persen, itu berarti dana masyarakat yang ada dibuat untuk di luar Malang," beber dia. 

Dia mengungkapkan, kalau dana masyarakat yang dihimpun di bank semakin banyak, artinya dana tersebut digunakan secara maksimal di wilayah Malang Raya. "Kalau 100 persen, malah menunjukkan hal yang bagus. Bahkan, lebih dari 100 persen, itu artinya dana dari luar masuk ke Kota Malang. Berarti investor dari luar banyak yang datang ke Malang," tandasnya.

Topik
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang dana pihak ketiga (DPK) Pertumbuhan Kredit Malang Raya

Berita Lainnya