Ratna pemilik HP yang kejambret (kiri) dan Karisma temannya yang membantu mengejar jambret mendapatkan penghargaan dari Polres Blitar. (foto:M.Prayogo/BlitarTIMES)
Ratna pemilik HP yang kejambret (kiri) dan Karisma temannya yang membantu mengejar jambret mendapatkan penghargaan dari Polres Blitar. (foto:M.Prayogo/BlitarTIMES)

Aksi heroik dua siswi SMKN 1 Panggungrejo menghentikan kasus kriminal yang menimpanya, diapresiasi aparat kepolisian. Dua siswi itu mendapat penghargaan dari Polres Blitar pada Senin (7/5/2018) atas keberaniannya.

Dua siswi yang mendapat penghargaan itu Ratna Suryaning Fitri (18) dan Karisma Nur Anisa (17). Kepada awak media mereka menceritakan kisah pengejaran jambret yang berjalan menegangkan.

Kejadian itu bermula saat kedua siswa itu yang sepeluang sekolah berboncengan sepeda motor mencari obat di apotek. Tiba-tiba dijambret oleh orang tak dikenal yang muncul dari belakang.

Tidak rela HPnya direbut, kedua siswi ini mengejar para pelaku yang kabur melewati jalan yang tidak pernah mereka lalui.

Jalan itu berkelok-kelok dengan medan yang sulit terlebih jambret ini memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi namun atas kegigihan mereka akhirnya bisa terkejar.

“Jambretnya lari dengan cepat dan jalanpun berkelok kelok. Awalnya Karisma yang bonceng saya lalu karena jalannya sulit saya minta ganti posisi yang nyetir,” ungkap Ratna, korban yang kehilangan HP.

Lantas membuntuti dari belakang kebetulan jalan yang ada di depannya ada truk besar yang berhenti memenuhi jalan. Hal itu membuat penjambret juga ikut berhenti menunggu jalan kosong dari kendaraan di arah berlawanan.

“Pada saat ada truk berhenti itu langsung saya tancap gas. Waktu sampai di samping jambret saya langsung tendang hingga penjambret jatuh lalu saya teriak minta tolong lalu dibantu warga,” ceritanya.

Saat ditanya apakah tidak takut, Ratna dengan tegar mengucapkan tidak takut sama sekali. Padahal aksi pengejaran jambret tersebut bisa dibilang cukup ekstrem. Apalagi dilakukan oleh seorang perempuan yang masih sangat belia.

“Karena itu kan handphone yang membelikan ibu saya. Jadi enak banget kalau jambret jual hp dan menggunakan uang ibu saya,” ujar Ratna menjelaskan alasan keberaniannya dengan polos.

Rupanya dari jawaban yang polos itu mempunyai arti yang cukup dalam. Dari penelusuran BlitarTIMES rupanya Ratna ini hidup bersama Ibunya dan adiknya yang masih kecil.

Sedang ayahnya sudah tidak lagi tinggal serumah hingga ibunya yang menjadi tulang punggung keluarga. Sedang mata pencahariannya seorang pedagang sayur keliling.

Dan dilansir HP yang dijambret itu pemberian dari ibunya. Meski harganya tergolong kecil sekitar Rp 1 jutaan itu sangat bermakna bagi keluarga itu.

“Ya kasihan ibu saya yang mencari-carikan uang hingga lama untuk bisa membelikan saya HP. Kalau hilang begitu tentu saya tidak menghargai kerja keras ibu saya,” kata Ratna.

Sedang ibunya sendiri juga sayang sekali pada anaknya. Bahkan saat mendengar anaknya mengejar jambret HP hingga menendang jambret hingga jatuh, ibunya sangat takut mendengar cerita menegangkan itu.

“Waktu saya telepon ibu saya baru kejambret tapi jambretnya saya tangkap dengan menendangnya dari motor ibu saya langsung komplok (lemas gemetar) tidak bisa bicara apa-apa,” ucapnya. (*)