Dua pelaku pencabulan anak di bawah umur (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Dua pelaku pencabulan anak di bawah umur (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Benar-benar bejat kelakuan Mustaram (33) dan Abdul Aziz Safii (30) seorang guru ngaji dan tukang sapu di salah satu pondok di Kawasan Sukun, Kota Malang.

Kedua pemuda lajang tersebut telah melakukan perbuatan cabul berupa sodomi terhadap tiga orang anak laki-laki di bawah umur yang masih duduk di kelas dua, tiga dan empat SD.

Aksi kedua pelaku telah berlangsung lama dan baru diketahui pada April 2018.

Pelaku Mustaram melakukan aksi cabulnya pada Desember 2017. Sedangkan Abdul Aziz Safii melakukan aksinya sejak Januari 2018 sampai April 2018.

Dalam aksinya, Mustaram paling banyak melakukan aksinya menyodomi para korban.

Bahkan dalam waktu empat bulan tersebut, Mustaram telah menyodomi sebanyak 20 kali.

Sedangkan pelaku Abdul Aziz hanya memasukkan jari saja pada dubur korban dan tidak pernah memasukan kemaluannya.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan ketiga korban memang telah mengalami perbuatan pencabulan.

Pada dubur ketiga korban, mengalami pelebaran dan lecet di sekitar dubur.

"Modus pelaku, saat anak-anak bermain karena berisik langsung ditegur dan digelitiki sampai akhirnya dipelorotkan celananya sampai akhirnya dicabuli," ungkap Asfuri (9/5/2018).

Lanjutnya, pada saat korban diajak menginap di pondok tersebut, korban kembali disodomi dengan modus menghafalkan surat.

Setelah korban tidur, pelaku menciumi bibir korban sampai akhirnya menyodomi korban.

"Pengakuan korban ,setelah keluar sperma, pelaku mengelapnya dengan tisu lalu dibuang di samping jendela," bebernya.

Terbongkarnya kasus ini sendiri, setelah salah satu korban melaporkan peristiwa yang ia alami kepada orang tuanya.

Karena orang tua tidak terima dengan aksi bejat pelaku, ia langsung melaporkannya ke polisi.

"Apakah pelaku ada kelainan atau sekadar iseng itu masih kami dalami," jelasnya.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Kota, Iptu Nawang Sari, mengungkapkan, ketiga korban masih berada di rumahnya masing-masing bersama orangtuanya.

Untuk memulihkan rasa trauma korban pihak Polres bersama pihak Pemkot bakal memberikan pendampingan psikologi.

"Untuk lama waktu pendampingan akan dilihat dari hasil pemeriksaan nanti," pungkasnya.