Ilustrasi razia gelandangan dan pengemis di Kota Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Ilustrasi razia gelandangan dan pengemis di Kota Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

Disebut bulan penuh berkah, momen Ramadan juga kerap disalahgunakan oknum tak bertanggung jawab. Salah satunya para pengemis dadakan yang jumlahnya makin banyak di Kota Malang. Tampaknya mereka berharap bisa mendapatkan penghasilan berlipat karena di bulan Ramadan, banyak warga yang beramal.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang semakin gencar melakukan razia terhadap pengemis selama bulan Ramadan. Sekretaris Dinsos Kota Malang Pipih Tri Astuti mengatakan, pada awal Ramadan, dinsos bersama satpol PP telah melakukan razia pengemis sebanyak satu kali. Hasilnya, cukup banyak pengemis yang terjaring razia tersebut. "Setidaknya razia ini dilakukan seminggu sekali selama Ramadan," ujar Pipih.

Razia difokuskan di perempatan jalan yang banyak ditemui pengemis. Antara lain kawasan Rampal, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Veteran, dan Blimbing.

Pengemis yang terjaring razia tersebut mayoritas bukan berasal dari Kota Malang, namun daerah lain di sekitar Kota Malang. Sebut saja Kabupaten Malang, Pasuruan, hingga Mojokerto.

Pengemis-pengemis yang bukan berasal dari Kota Malang oleh dinsos dikembalikan ke tempat asalnya. Sedangkan pengemis yang dari Kota Malang dikembalikan ke rumahnya. "Kami pun menemui RT/RW dan keluarganya supaya mereka juga ikut bertanggung jawab sehingga Kota Malang bersih dari pengemis," ungkap Pipih.

Dinsos Kota Malang pun mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada para pengemis di jalan. Sedekah pada bulan Ramadan ini disarankan untuk diberikan kepada panti asuhan atau warga lain yang membutuhkan. .

"Jadi, pengemis di bulan Ramadan ini seperti kerja musiman. Mereka menganggap bahwa di bulan puasa banyak yang beramal. Namun jika diberi uang, mereka tidak akan ada keinginan untuk bekerja karena dengan duduk di pinggir jalan saja, mereka bisa mendapatkan uang," pungkasnya. (*)