Tim gabungan saat mengamankan anak jalanan dan pengamen dalam rangka menciptakan situasi yang kondudif jelang pemilu, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Tim gabungan saat mengamankan anak jalanan dan pengamen dalam rangka menciptakan situasi yang kondudif jelang pemilu, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Tanpa jeda, Polres Malang kembali mengelar razia di wilayah hukum mereka. 

Setelah sebelumnya jajaran kepolisian mengamankan delapan pria dan satu perempuan yang sedang asik menggelar pesta minuman keras, Kamis (28/3/2019) dini hari.

Kali ini, giliran 16 anak jalanan yang diamankan oleh tim gabungan. 

Dalam agenda razia kali ini, tidak hanya jajaran kepolisian dari Polres Malang dan Polsek jajaran saja yang dilibatkan. 

Namun beberapa personel dari Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga turut diterjunkan ke lapangan, Jumat (29/3/2019). 

“Dalam razia kali ini, sedikitnya ada 25 personel gabungan yang dilibatkan,” kata Kasat Sabhara Polres Malang, AKP Kusmindar.

Puluhan personel yang dikerahkan ke lapangan, menyasar sedikitnya tiga lokasi. Yakni perempatan Kecamatan Kepanjen, Talangagung Kepanjen, dan pertigaan PLN Kecamatan Kepanjen. 

“Dalam giat yang berjalan sekitar dua jam tadi, kami mengamankan 16 anjal (anak jalanan),” sambung perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.

Dari 16 anjal yang diamankan tim gabungan, lima orang diantaranya merupakan warga Kecamatan Kepanjen. Yakni Arini Agustin, Jamari, dan Poniyah. 

ÝKetiganya merupakan warga Desa Sukun Metro. Sedangkan dua diantaranya adalah Ahmad Alfyan Ramadhan warga Desa Curungrejo dan Agus Maulana warga Jalan Panji.

Tidak hanya warga Kecamatan Kepanjen saja, namun lima anjal yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Malang juga turut diamankan. 

Mereka adalah Taufiki warga Desa Sukonolo Kecamatan Bululawang, Mustofa warga Kelurahan Purworejo Kecamatan Donomulyo, Abdullah warga Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji, Ani Bada warga Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung, dan Sumiyati warga Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung.

Selain berasal dari wilayah Kabupaten Malang, dua orang anjal yang diamankan juga ada yang berasal dari wilayah Kota Malang. 

Keduanya adalah Daued warga Kecamatan Sukun, dan I Nyoman warga Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing. 

87“Selain dari warga Malang Raya, kami juga mengamankan empat orang yang berasal dari wilayah luar Malang,” sambung Kusmindar saat ditemui awak media seusai giat razia.

Empat orang anjal yang berasal dari wilayah luar Malang adalah Tunggul warga Desa Grogol Kabupaten Ponorogo, Limah warga Kabupaten Sampang, Siti Rukayah warga Kabupaten Jombang, dan Raka Putri Setiawan warga Desa Jaban Kalidawir Kabupaten Tulungagung. “Ke 16 anjal yang diamankan sudah kami lakukan pendataan dan pembinaan,” tegas Kusmindar.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah menuturkan jika agenda razia semacam ini akan intens dilakukan hingga memasuki masa Pemilu (Pemilihan Umum) serentak pada 17 April mendatang.88

“Selain menyasar anak jalanan, kami juga fokus terhadap pengamanan aksi premanisme serta beberapa tindakan kriminal lainnya. Harapannya dengan adanya razia rutin semacam ini, situasi dapat aman dan kondusif hingga menjelang pemilu serentak berlangsung,” ujar Ainun.