Kerja keras, ulet, disiplin dan tanggung jawab merupakan kunci kesuksesan. Setiap orang bisa meraihnya. Seperti Wahyudi, warga Desa Picisan Kecamatan Sendang.
Pengusaha kue pia ini kini merasakan buah dari kerja kerasnya. Dengan pekerja sekitar 40 orang, pia buatan Wahyudi kini sudah merambah hingga Jawa Tengah hingga Kalimantan.
Tak mudah untuk mencapai posisinya yang sekarang. Awal memulai usaha, Wahyudi harus membuat dan menjual produknya sendiri dari warung ke warung.
"Awalnya 50 toples isi 25 pia saya titipkan ke warung-warung," ujar pria 36 tahun itu.
Kadang pia yang dititipkan tak habis, tentu hal itu mengurangi keuntungannya. Hasilnya pun cuma cukup buat makan sehari-hari.
Kini usaha keluarga yang dirintis sejak 2011 itu Sudah beromzet ratusan juta perbulanya. Perbulan pihaknya mampu menjual lebih dari 5 ribu kemasan mika berisi 10 pia.
"Per bulan kurang lebih sekitar 200 jutaan," terang Wahyudi.
Jika awalnya hanya menggunakan oven rumahan untuk produksi pia-nya, kini untuk memanggang pia sudah menggunakan 2 mesin oven modern, dengan kapasitas 300 pia per jamnya tiap oven.
Untuk menjaga kualitas, Wahyudi menggunakan bahan sesuai petunjuk dari Badan Pengawas Obat Makanan.
Dirinya juga selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin melihat proses produksi pia-nya.
"Siapa saja boleh melihat proses produksi, kita transparan," tutur Wahyudi.
Untuk menjaga kebersihan, dirinya mewajibkan setiap karyawanya memakai masker dalam proses produksi.
Usahanya yang dirintis olehnya turut meningkatkan ekonomi warga sekitar. Tercatat ada sekitar 40 karyawan yang berasal dari warga sekitar.
Sukin misalnya, wanita ini sudah bekerja di ditempat Wahyudi sejak 5 tahun lalu. Adanya industri pia ini bisa meningkatkan ekonomi keluarganya.
"Bisa membantu untuk mencukupi kebutuhan Sehari-hari," ujar Sukin.
Senada dengan Sukin, Supini warga Desa Punjul Kecamatan Karangrejo juga merasakan hal yang sama dengan adanya usaha pia ini.
