Anak-anak jalanan dibekali keterampilan membuat kerajinan oleh Dinsos Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Anak-anak jalanan dibekali keterampilan membuat kerajinan oleh Dinsos Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang tak langsung melepas anak-anak jalanan yang kena garuk razia penertiban lingkungan. 

Hari ini (11/4/2019) puluhan anak jalanan dilatih membuat kerajinan daur ulang. 

Harapannya, anak-anak tersebut tidak lagi turun ke jalan.

Berlangsung di aula kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang, anak-anak yang sebagian besar berusia belasan tahun itu tampak antusias.

Dalam kegiatan yang dibantu UKM Garuda Jaya ini, sekitar 30 anak jalanan ini dilatih untuk membuat kerajinan atau anyaman yang terbuat dari koran bekas atau bahan daur ulang lainnya.

Tak hanya diberi materi, mereka juga diajari untuk langsung praktik. Mulai dari membuat vas bunga, tempat buat, keranjang, dan lain-lain.

"Senang bisa ikut pelatihan ini, bisa dapat ilmu membuat kerajinan dari koran bekas," kata Akbar, salah seorang peserta.

Hal serupa diungkapkan Ryan Febriansyah, warga Jalan Muharto. Remaja 16 tahun ini telah kedua kalinya mengikuti pelatihan serupa. 

Sebelumnya, ia pernah belajar membuat jam dan guci. 

"Hasil kerajinan kami bisa dijual, uangnya disetor ke Dinsos, nanti kami dapat upah," tuturnya.

Sekretaris Dinsos Kota Malang Pipih Tri Astuti mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pemberdayaan anak jalanan yang sebelumnya telah terjaring razia oleh Dinsos dan Satpol PP. 

Melalui pelatihan tersebut, diharapkan anak jalanan ini memiliki keterampilan lebih. 

"Mereka jadi punya skill, keuntungan penjualannya bisa untuk penghasilan tambahan," ujarnya. 

"Jika ingin belajar lebih, bisa berkonsultasi dengan UKM yang kerja sama dengan Dinsos," lanjutnya. Hanya saja, menurut Pipih, pelatihan tersebut hanya bisa dilakukan sekali dalam setahun. Keterbatasan anggaran menjadi penyebab minimnya kegiatan pelatihan serupa. "Pelatihan satu kali selama setahun, kali ini kita lakukan selama dua hari sejak kemarin," tukas Pipih. 

Sedangkan razia anak jalanan, Pipih mengungkapkan jika selama ini rutin melakukan razia di sejumlah titik minimal dua kali dalam sebulan. 

Anak-anak yang terjaring razia akan diindentifikasi asalnya. 

"Jika asalnya dari luar Kota Malang ya kita kembalikan ke daerah asalnya, jika dari Kota Malang kita kembalikan ke keluarganya," terangnya. 

Sementara, jika memang sudah tidak punya orang tua atau saudara, maka anak-anak tersebut akan ditampung oleh Dinsos. 

"Kemudian, anak-anak itu kami beri pelatihan-pelatihan seperti ini. Sehingga, mereka punya pilihan untuk bekerja dan tidak lagi turun ke jalan," pungkasnya.