Oknum jukir berbaju biru yang diduga melakukan penarikan parkir (repro)
Oknum jukir berbaju biru yang diduga melakukan penarikan parkir (repro)

Video penarikan parkir sebesar Rp 50 ribu yang dilakukan  oknum juru parkir (jukir) di kawasan Alun-Alun Kota Malang ramai diperbincangkan publik. Kabar terakhir, oknum yang berkaitan sudah ditindaklanjuti langsung oleh pihak berwajib.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Handi Priyanto menegaskan, sesuai aturan, besaran tarif yang ditetapkan tidak sampai Rp 50 ribu. Hal itu juga sudah tertera di dalam Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2015 tentang Kontribusi Jasa Umum.

"Laporan kami dapatkan semalam dan tim langsung turun ke lapangan untuk kroscek kebenaran video yang sudah beredar luas di media sosial," kata Handi kepada wartawan, Senin (17/6/2019).

Dalam peraturan yang telah ditetapkan, besaran tarif retribusi parkir tepi jalan untuk truk gandeng, truk trailer, dan bus besar adalah Rp 10 ribu. Kemudian untuk truk, minibus, dan kendaraan sejenisnya tarifnya adalah Rp 5 ribu. Sementara untuk mobil sedan, jeep, pikap, dan sejenisnya Rp 3 ribu serta kendaraan sepeda motor Rp 3 ribu.

Sementara  parkir insidental memiliki tarif berbeda. Masing-masing adalah Rp 20 ribu untuk truk gandeng, truk trailer, bus besar dan sejenisnya. Kemudian Rp 5 ribu untuk truk, minibus, dan kendaraan sejenisnya. "Dan sepeda motor Rp 3 ribu," imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto menambahkan, penentuan tarif parkir sudah memiliki aturan jelas sebagaimana tertera dalam Perda Nomor 3 Tahun 2015. Sesuai dengan perda tersbut, maka penindakan dan penertiban akan dilakukan terhadap juru parkir yang memungut di luar ketentuan yang dibuat.

"Yang bersangkutan akan di-BAP dan diberi peringatan. Jika tetap melakukan, akan dicabut surat izin parkir dan kartu anggota parkir serta diproses pidana," tegas pria yang akrab disapa Wiwid itu.