Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Siswa terduga korban bullying di Kota Malang akan menjalani operasi amputasi jari tengah, Selasa (4/2/2020) sore nanti sekitar pukul 18.00 WIB. 

Kabar memilukan itu pun mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. 

Publik menuntut agar ada langkah konkret yang diambil untuk menyelesaikan kasus yang melibatkan anak-anak di bawah umur tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto menyampaikan, langkah yang akan diambil Pemerintah Kota Malang adalah sebagaimana yang sudah diinteruksikan Wali Kota Malang, Sutiaji. 

Di mana sampai saat ini, Pemkot Malang hanya fokus memberikan pendampingan kepada terduga korban dan terduga pelaku.

"Sikap Pemkot Malang sama seperti yang disampaikan Pak Wali, akan ada pendampingan," katanya, Selasa (4/2/2020).

Dia menyampaikan, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Malang beserta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang dalam hal ini akan bertugas sebagaumana tugas dan fungsinya. 

Salah satunya pendampingan yang diberikan kepada pihak yang terlibat.

"Pendampingan tentu juga akan diberikan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana," imbuhnya.

Dia juga menjelaskan upaya lain yang akan dilakukan adalah memberi sosialisasi kepada orangtua dan murid berkaitan dengan bullying.

Dengan harapan, kasus serupa tak lagi terulang dan siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.

"Sosilaisasi khusus untuk anak dan orangtua akan dilakukan dengan model dan forum pertemuan wali murid. Selain itu penjelasan berkaitan dengan bullying bisa diselipkan saat pelajaran karena itu mungkin dilakukan," jelas dia.

Sementara berkaitan dengan pemasangan CCTV di sekolah, menurutnya hal itu akan berjalan maksimal ketika sekolah turut serta menginisiasi.

Pasalnya, CCTV menjadi hal penting yang semestinya tak hanya dipasang di sekolah melainkan juga tempat-tempat umum lainnya.

Sebelumnya, publik digegerkan dengan kabar dugaan bullying yang dilakukan siswa di salah satu sekolah menengah pertama di Kota Malang.

Dalam pemberitaan yang ada, siswa berinisial MS itu diduga mengalami penganiayaan. 

Sehingga terdapat memar diberbagai bagian tubuh. Bahkan, salah satu jari tengah terduga korban harus diamputasi pada Selasa (4/2/2020).