Salah satu pengunjung saat melihat bunga mawar di Pasar Splendid Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Salah satu pengunjung saat melihat bunga mawar di Pasar Splendid Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Sudah menjadi hal umum, bagi sebagian orang yang merayakan Hari Valentine atau kasih sayang dengan memberikan hadiah. Biasanya, bunga mawar menjadi yang paling dicari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang.

Sayangnya, indahnya momen Hari Valentine tak ikut dirasakan pedagang bunga mawar di Kota Malang. Pasalnya, perayaan hari kasih sayang tahun 2020 ini, penjualan bunga menurun drastis ketimbang tahun lalu.

Pemilik Aries Florist di Pasar Bunga Splendid, Winarso Dewa mengungkapkan penjualan bunga mawar di momen perayaan Valentine malah jauh menurun. Bahkan, dibandingkan dengan hari biasa permintaan bunga sangat sepi.

"Tahun ini menurun, malah sampai 60 persen. Sepi sekali untuk permintaan bunga," ujarnya, saat ditemui, Jumat (14/2).

Dijelaskannya, penurunan penjualan bunga mawar potong tersebut salah satunya karena ada imbauan agar tidak merayakan Hari Valentine. Bahkan, jika tahun lalu per tangkai harga yang dijual bisa mencapai Rp 5000, kini tidak ada perubahan dari hari biasa yakni Rp 2000,- per tangkainya.

"Iya, itu dari pemerintah bilang nggak boleh merayakan Valentine. Tahun lalu kalau mendekati Valentine terjual 1500 - 2000 tangkai. Sekarang paling banyak hanya 1500 tangkai saja, itupun harganya tidak ada kenaikan, di Rp 2000 per tangkai," jelasnya.

Selain bunga mawar segar pihaknya juga menjual bunga rangkai hias. Satu rangkai, pihaknya menjual berkisar Rp 150 ribu. Meski begitu, ia juga melayani jasa perangkaian bunga mawar segar, yang dibanderol harga Rp 200 ribu.

"Ada juga yang hias, itu sudah jadi. Harganya yang sudah dirangkai Rp 150 ribu. Tapi, bunga segar lebih mahal mencapai Rp 200 ribu," tandasnya.

<