Anggota Polwan yang membuat pagar betis untuk mencegah massa masuk ke Mapolresta Malang Kota (Sat Sabhara Polresta Malang Kota)
Anggota Polwan yang membuat pagar betis untuk mencegah massa masuk ke Mapolresta Malang Kota (Sat Sabhara Polresta Malang Kota)

Halaman Mako Polresta Malang Kota, nampak dipenuhi 175 personel Sabhara. Pasukan bermotor hingga personel Unit K9 juga nampak tengah bersiaga. Selain itu juga terdapat puluhan massa yang berkumpul di halaman Polresta Malang Kota.

Puluhan massa tersebut sempat terlibat aksi saling dorong dengan para petugas Polisi Wanita (Polwan) yang membentuk pagar betis untuk mencegah massa tersebut merangsek masuk. Belum jelas apa yang dituntut massa tersebut.

Karena massa semakin banyak dan terus mendorong petugas untuk bisa masuk ke Kantor Polresta Malang Kota, Pasukan Rainmas bermotor dan anjing K9 milik Polresta Malang Kota pun akhirnya maju berusaha memukul massa.

Kasat Sabhara Polresta Malang Kota, Kompol Suko Wahyudi, menjelaskan jika situasi tersebut bukanlah sebuah kejadian kerusuhan yang nyata. Situasi tersebut merupakan simulasi pasukan Pengendalian Masyarakat (Dalmas) yang tengah berlatih meningkatkan skill dalam menangani situasi Kontijensi (suatu keadaan atau situasi yang diperkirakan akan segera terjadi, tetapi mungkin juga tidak akan terjadi) seperti kegiatan atau aksi yang melibatkan massa dalam jumlah yang banyak.

Hal ini sangat penting agar anggota di lapangan lebih profesional dan tidak keluar dari koridor Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku saat melakukan pengamanan.

"Ada 175 anggota Polresta Malang Kota dan Polsek Jajaran, 35 diantaranya merupakan Polwan. Ini dalam rangka giat pembinaan kemampuan tentang penanganan aksi massa yang membuat kerusuhan," bebernya (14/2/2020).

Dalam pelatihan itu, para personel digembleng dengan beberapa materi, seperti drill dasar, sikap pokok, siaga dorong. Kemudian bagaimana membuat pagar betis dengan sikap tangan berkait, sikap memegang tali dalmas, bagaimana aplikasi kompi dorong maupun materi K9.

"Namun yang lebih ditekankan kita adalah bagaimana dalam negosiasi. Kita berikan materi menjadi negosiator yang baik. Karena dalam suatu aksi massa personel khusus ini sangat dibutuhkan untuk meredam suasana, ada tim mediator khusus," bebernya

Untuk tim pelatih, berasal dari internal, yakni Kaur Bin OPS (KBO) Sabhara, Ps Paurlut Bagsumda, dua Personel Sabhara, Unit K9 dan Urkes Medis Polresta Malang Kota.
 

 

<