Salah satu penjual saat menunjukkan sisa masker N95 yang akan dijual. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Salah satu penjual saat menunjukkan sisa masker N95 yang akan dijual. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Seiring merebaknya virus corona atau covid-19 membuat masyarakat Indonesia meningkatkan kewaspadaan siaga satu. Apalagi semenjak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan adanya dua warga negara indonesia (WNI) yang positif mengidap penyakit yang muncul pertama di Wuhan, China, akhir Desember lalu itu.

Kewaspadaan itu berkaitan dengan peningkatan kebiasaan hidup bersih. Seperti pemakaian masker dan selalu menjaga tangan agar higienis.

Di Kota Malang, hal tersebut begitu berimbas. Tak perlu waktu lama, di beberapa retail modern dan apotek, masker dan hand sanitizer amblas. Masyarakat yang ingin mendapatkan barang-barang ini harus gigit jari.

Misalnya di retail modern kawasan Jl Simpang Wilis, Kelurahan Gadingkasri. Di depan pintu masuk telah terpasang tulisan 'mohon maaf masker dan hand sanitizer kosong’.

Kemudian di beberapa apotek di Kota Malang, masker juga terpantau kosong. Seperti di Apotek Anisa Farma Kelurahan Merjosari. Malah sudah berjalan selama tiga bulan terakhir, stok masker kosong lantaran suplayer yang biasanya menjadi pemasok diinformasikan mengirim juga ke China.

“Sejak ramai corona itu, tidak ada (distributor) yang kirim masker. Katanya sekitar 90 persen persediaan dikirim ke China," ungkap salah satu pegawai, Selasa (3/3).

Sama halnya di Apotek Pelita Sari yang berada di kawasan Jl Letjend Sutoyo Kota Malang. Apotek ini juga mengalami kelangkaan masker. Sejak dua bulan terakhir, sangat sulit mendapat suplayer masker akibat munculnya kasus virus corona. "Kami jual terakhir itu dua bulan lalu. Setelah itu, stoknya kosong," terang seorang pegawai.

Sebelumnya, saat masker masih normal, Apotek Pelita Sari  menjual dengan harga Rp 35 ribu per box. Namun, karena saat ini cukup langka, apabila menerima pasokan, harganya juga ikut dinaikkan.

"Karena barangnya langka, kami tidak bisa menyebutkan harganya berapa. Dari suplayer kalau mengirim harganya juga pasti naik saat ini. Hand sanitizer juga sudah mulai langka ini," ungkapnya.