Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia, Kamis (2/4/2020). (Foto: BNPB)
Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia, Kamis (2/4/2020). (Foto: BNPB)

Persebaran kasus Covid-19 kini tersebar di 32 Provinsi di Indonesia. Terdapat penambahan kasus positif Covid-19 per hari ini (2/4/2020). Namun, angkanya turun dari hari kemarin (1/4/2020).

Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah mengenai Covid-19 menyebutkan terdapat penambahan kasus positif Covid-19.

"Ada penambahan konfirmasi kasus positif yang baru sebanyak 113, sehingga jumlah total menjadi 1.790 kasus positif akumulatif," sebutnya saat Konferensi Pers di Kantor BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Jakarta, Kamis (2/4/2020) sekitar pukul 15.30 WIB.

Sebarannya di lima Provinsi di Indonesia yakni, DKI Jakarta (80), Jawa Barat (15), Banten (8), Sumatera Selatan (6) dan Riau (4). Provinsi DKI Jakarta masih menjadi provinsi yang terbanyak menjadi penyumbang kasus pasien positif Covid-19.

Untuk perkembangan kasus pasien yang telah berhasil sembuh dari penyakit Covid-19 mengalami penurunan di angka sembilan pasien.

"Kemudian ada sembilan pasien yang sudah sembuh sehingga total menjadi 112 pasien," ujar Achmad Yurianto. 

Sebarannya terdapat di tiga Provinsi di Indonesia, yakni Jawa Timur (5), DKI Jakarta (2) dan Kalimantan Tengah (2). Di kasus pasien yang berhasil sembuh meskipun angkanya mengalami penurunan, Provinsi Jawa Timur menjadi penyumbang jumlah pasien berhasil sembuh. 

Sedangkan untuk kasus kematian juga mengalami penurunan di angka 13 orang yang tersebar di lima Provinsi di Indonesia. 

"Ada laporan kematian dari pasien konfirmasi positif sebanyak 13 orang, sehingga jumlah total kematian menjadi 170 orang," ucap Achmad Yurianto. 

Sebarannya di beberapa Provinsi di Indonesia, yakni DKI Jakarta (5), Jawa Barat (4), Jawa Timur (2) dan Lampung (1). Tetap yang terbanyak di Provinsi DKI Jakarta untuk penyumbang angka kematian.

Achmad Yurianto juga kembali menegaskan dan mengajak semua elemen untuk bersama-sama saling melindungi, khususnya pada orang-orang yang di usia rentan untuk terkena penyakit Covid-19 ini.

"Ada dari saudara-saudara kita yang rentan terkena penyakit ini (Covid-19) dan kemudian menjadi berat, yaitu orang tua, lansia, apalagi disertai dengan beberapa penyakit kronis menahun, diabet, hipertensi dan yang lain-lainnya," tegasnya.

Harapannya agar semua elemen masyarakat untuk melindungi mereka yang di usia rentan jangan sampai tertular Covid-19. Karena akan berdampak lebih berat dibanding dengan kasus pasien yang di usia muda atau dengan status imun yang lebih baik.