Komunitas Hidroponik Kota Kediri bagikan sayuran untuk masyarakat yang mengisolasi diri karena corona. (Foto: Ist)
Komunitas Hidroponik Kota Kediri bagikan sayuran untuk masyarakat yang mengisolasi diri karena corona. (Foto: Ist)

Menyumbang apa yang dimiliki untuk bersama-sama menghadapi corona menjadi semangat dari Komunitas Hidroponik Kota Kediri (Kohikari). Mereka punya sayuran dari hasil kebunnya, maka itulah yang disumbangkan ke wilayah Kota Kediri yang melakukan isolasi mandiri karena salah satu warganya dinyatakan positif corona.

“Kami menyumbang ke Wilis, Balowerti, dan Bujel,” kata Haryanto, bendahara Kohikari. 

Pemberian bantuan itu dilakukan pada Senin (13/04) ke Perumahan Wilis (Kelurahan Pojok), Kelurahan Balowerti, dan Kelurahan Bujel, tepatnya di RT yang melakukan isolasi mandiri.

Sumbangan ke wilayah yang melakukan isolasi mandiri ini diharapkan membantu meringankan beban. Apalagi, secara nutrisi, sayuran menyuplai kebutuhan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk kekebalan. Tubuh yang kebal akan meminimalisasi terjangkitnya virus.

Bantuan berupa pakchoy, samhong, pagoda, sawi, dan 60-an buah mentimun dengan jumlah total sekitar 70 pak. Selain sayuran, juga ditambah lauk berupa tahu. “Kami hanya ingin meringan beban korban dampak virus corona dan ingin berbagi dari hasil tanam hidroponik,” tambah Haryanto.

Khoirudin, kasi kesra Kelurahan Bujel, mengonfirmasi sumbangan dari Kohikari. Masyarakat di sana merasa terbantu dengan sumbangan sayuran segar dari komunitas ini.

Komunitas hidroponik di Kota Kediri ini awalnya komunitas hobi yang kemudian menjadi bisnis dan berproduksi. Menurut Haryanto, total anggotanya kurang lebih 100 orang. 

Hanya sampai saat ini, belum semua yang menanam sampai produksi. Kebanyakan masih belajar untuk bertanam, dan kini beberapa sayuran masih remaja sehingga belum bisa dipanen.

“Kalau nanti sudah panen lagi, _Insyaallah_ kegiatan ini berlanjut. Kami hanya mendoakan semoga virus corona segera berakhir,” kata Haryanto.

Sejauh ini, meski beberapa bisnis lesu karena dampak pandemi corona, untuk bisnis sayuran hidroponik relatif tak mengalami perubahan. Produksi masih terus jalan dan permintaan tidak turun. Dari petani hidroponik ini, ada orang yang mengambil dan disetor ke restoran. Lainnya banyak hasil panen untuk memenuhi kebutuhan anggotanya sendiri.