(Istimewa:Ilustrasi)
(Istimewa:Ilustrasi)

Warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun,  Selasa pagi dikejutkan dengan teriakan minta tolong dari salah satu rumah. 

Segera saja sebagian warga keluar menuju sumber suara. Dan, diapati salah seorang warga tergeletak di dekat pintu rumahnya. Korban berjenis kelamin perempuan, yakni MGW (48).

Penyidik Unit Reskrim Polsek Taman  mengatakan,  MGW mengalami penganiayaan. Korban mengalami beberapa luka di bagian tubuh akibat perbuatan yang  dilakukan pria berinisial TH (37). 

Sampai saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki motif peristiwa yang terjadi pada Selasa (14/4) pagi itu. Sejumlah pihak sudah dimintai keterangan. Bahkan, barang bukti berupa hasil visum et repertum korban dan rokok milik pelaku telah dikantongi. 

Kasat Reskrim Polres Madiun Kota Iptu Fatah Meilana mengatakan bahwa dari hasil visum et repertum, diketahui adanya luka pada bagian mulut, hidung, dan tenggorokan MGW. "Kami pastikan ada tindak aniaya di situ. Tapi, tidak menutup kemungkinan ada perbuatan lain dan itu yang masih kami dalami," kata dia.

Hasil penyelidikan sementara, kejadian itu bermula ketika korban sedang berada di lantai dua rumahnya. Di tempat itu, ia tiba tiba melihat pelaku sudah ada di dekatnya. Karena kaget, korban berlari sambil berteriak  minta tolong. Namun, pelaku menutup mulut korban dengan kedua tangannya. 

Aksi penganiayaan tersebut diketahui warga. Pelaku berusaha lari melewati pintu belakang. Namun dapat diamankan oleh warga yang telah mengepung rumah korban.

Ketua RT 16, RW 6 Kelurahan Pandean Sugeng Hariyono mengatakan, sebelum permasalahan itu ditangani polisi, sejumlah warga melaporkan kepadanya sekitar pukul 07.00 WIB. Ia pun bergegas menuju lokasi kejadian. 

Saat itu, korban diketahui tergeletak di dekat pintu dengan posisi tengkurap dan tidak sadarkan diri. Warga sekitar melaporkan kejadian itu ke pos polisi Pasar Sleko untuk menangani perkara tersebut. Sementara korban dibawa menuju RSUD dr Soedono. "Karena kesigapan warga dalam bertindak, alhamdulillah korban dapat tertolong" ungkap Sugeng.

Sugeng mengaku tidak mengetahui persis kejadian yang menimpa korban. Pelaku yang dulu dikenal baik dan sopan itu  merupakan warga RT 16,  namun sekarang berdomisili di Kabupaten Madiun.

"Kami dan warga di sini tidak mengira bahwa pelakunya adalah mantan warga RT 16 sendiri. Ada Kemungkinan itu masalah pribadi keduanya," pungkas Sugeng.