Ilustrasi, net
Ilustrasi, net

Niat hati ingin berbagi keuntungan, seorang yang diketahui bernama Deni (80) warga RT 4 RW 3 desa Salam Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar justru harus melapor ke polisi. Pasalnya, dirinya yang berniat bagi hasil sapi malah jadi korban penggelapan yang diduga dilakukan oleh Sukadi (50) warga desa Pinggirsari Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung.

"Melaporkan dugaan penggelapan, bermula saat korban titip sapi untuk dipelihara terlapor," kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Ipda Anwari, Rabu (15/04) siang.

Awalnya, Deni menitipkan dua sapi betina pada Sukadi dengan sistem bagi hasil. Namun, setelah setahun berlalu, sapi milik Deni yang mestinya sudah menjadi tiga ekor karena satu betina beranak justru tinggal dua ekor saja.

"Dikandang tinggal satu betina dan anaknya, sedangkan satu betina lainnya tidak berada ditempat," ujarnya.

Karena satu sapinya tak ada, Deni menanyakan ke Sukadi dimana sapi miliknya berada.

"Terlapor mengatakan jika satu sapi betina yang dititipkan sudah dijual dan uangnya telah dipakai," ungkapnya.

Sukadi mengaku menjual sapi seharga 19 juta rupiah pada Deni, dengan perasaan kesal akhirnya Deni membawa pulang sapi beserta anaknya.

"Setelah induk dan anak sapi dibawa pulang, korban melapor dan kasus ini masih kita dalami untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.