Jubir pemerintah penanganan virus Corona, Achmad Yurianto (foto:  BNPB)
Jubir pemerintah penanganan virus Corona, Achmad Yurianto (foto: BNPB)

Juru bicara (jubir) pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto sempat membuat heboh publik dengan penampilannya.

Pasalnya, motif batik yang ia kenakan diduga mirip dengan 'virus Corona' penyebab penyakit Covid-19. 

Tak ayal, penampilan Yuri langsung menjadi viral dan perbincangan warganet.

Terkait hal tersebut, Yuri pun memberikan tanggapan mengenai kemeja batik yang ia pakai. 

Yuri mengungkapkan jika batik tersebut bukanlah batik 'corona' seperti yang ramai diperbincangkan.

Pria yang juga menjabat  Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI (P2P Kemenkes RI) itu menjelaskan jika batik itu sudah ia miliki sejak satu tahun lalu saat ada peringatan hari HIV/AIDS.  

Image
Foto: Istimewa



Ia lantas bertanya-tanya mengapa batik yang ia kenakan bisa ramai dibahas.  

Motif batik tersebut memang sekilas mirip dengan virus Corona.  

Namun, di batik tersebut terdapat lambang merah yang menggambarkan HIV AIDS.  

Diketahui sebelumnya, Yuri mengenakan batik motif 'Corona' saat mengumumkan data jumlah kasus Covid-19 pada Sabtu (18/4/2020).  

Penampilan Yuri lantas membuat warganet salah fokus.  

Berawal dari postingan akun Twitter @henrikpaulsson yang menyebutkan jika pemerintah Indonesia saat ini memiliki motif batik bertema Covid-19.  

"Indonesian government now wearing Covid-19 themed batiks," tulis akun @henrikpaulsson. 

Unggahan akun itu pun langsung membuat geger jagad Twitter.