Baru Sehari Bebas, 2 Napi Asimilasi  Mencuri di 5 Lokasi, Dihadiahi 3 Tembakan | Mojokerto TIMES

Baru Sehari Bebas, 2 Napi Asimilasi Mencuri di 5 Lokasi, Dihadiahi 3 Tembakan

Apr 22, 2020 14:20
Ketiga pelaku saat pers release di Mapolres Tulungagung. (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Ketiga pelaku saat pers release di Mapolres Tulungagung. (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Lagi-lagi, keringanan hukuman tidak membuat napi asimilasi bersyukur. Malah mereka kembali berbuat onar, seperti yang dilakukan dua napi di Tulungagung.

Sehari setelah bebas dari Lapas (Lembaga Pemsyarakatan) Kelas 2B Tulungagung, dua napi asimilasi kembali melakukan aksi mencuri. Tak tanggung-tanggung, mereka beraksi di lima lokasi berbeda selama lima hari berturut-turut.

"Mereka adalah residivis dan baru asimilasi dari lapas," ujar Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ardyan Yudo Setyantono, Rabu (22/4/20).

Napi asimilasi itu adalah Hendra Purwanto alias Gembok (33), warga Balowerti, Kediri, dan RM Kristanto (33) alias Babe, warga Kelurahan Karangwaru, Kabupaten Tulungagung.

Kedua pelaku Ini beraksi dalam komplotan yang berjumlah empat orang. Tiga di antaranya berhasil ditangkap, termasuk dua napi asimilasi itu. Sedangkan satu lainnya masih menjadi buron polisi.

Rekan dua pelaku yang berhasil ditangkap adalah Tegar (28), warga Ngelgok, Kabupaten Blitar. Tegar baru bebas dari penjara pada Januari lalu. Sedangkan yang masih buron adalah Yoyok, warga Kediri.

"Karena melakukan perlawanan saat ditangkap, maka kami lakukan tindakan tegas dan terukur," ujar kasat reskrim.

Tiga pelaku yang ditangkap dihadiahi timah panas di kakinya. Untuk pelaku Hendra Purwanto dan Kristanto, masing-masing tiga timah panas di kakinya. Sedangkan Tegar mendapat satu timah panas di kaki kirinya.

Hendra Purwanto dan Kristanto keluar dari penjara pada 6 April lalu lewat program asimilasi. Pada 7 April sekitar pukul 2 dini hari, mereka sudah melakukan pencurian kendaraan bermotor di wilayah Desa Beji, Kecamatan Boyolangu.

Lalu pada  8 April, mereka kembali beraksi melakukan pencurian di Kelurahan Jepun, Kabupaten Tulungagung. Selanjutnya,  9 April, mereka melakukan pencurian di dua lokasi berbeda, yaitu di Desa Sobontoro dan Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu.

Terakhir, mereka beraksi pada  11 April lalu di dua TKP berbeda. Yakni di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kota, Kabupaten Tulungagung.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Tulungagung, pelaku Hendra Purwanto berhasil ditangkap Tim Macan Agung Polres Tulungagung pada 18 April di area Pasar Pon Trenggalek.

Sedangkan pelaku Kristanto dan Tegar ditangkap di wilayah Desa Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu, pada Selasa 21 April lalu. "Dari tangan kelompok ini, kami amankan barang bukti lima unit motor," ujar kasat reskrim.

Salah satu mesin motor sudah berhasil dijual di wilayah Pasuruan dengan harga 1 juta rupiah. Motor hasil curian juga disimpan  para pelaku di wilayah Bojonegoro.

Pelaku Hendra Purwanto saat dimintai keterangan oleh awak media mengaku diajak oleh Kristanto untuk mencuri lagi. Selepas bebas pada 6 April lalu, dirinya belum sempat pulang ke rumahnya di Balowerti, Kediri.

"Diajak oleh Babe (Kristanto)," jawabnya sambil menahan sakit di kakinya lantaran ditembak polisi.

Disinggung uang hasil pencurian itu digunakan umtuk apa. Hendra mengaku digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. "Untuk makan," jawabnya singkat.

Hendra Purwanto sebelumnya  ditangkap karena kasus pencurian kendaraan bermotor dengan hukuman 10 bulan penjara.

Topik
Tulungagung berita tulungagung Berita Hari Ini pandemi covid19 Kasus Pencurian 2 Napi Asimilasi Baru Sehari Bebas Mencuri di 5 Lokasi AKP Ardyan Yudo Setyantono

Berita Lainnya