Mantan Ketua Umum DPP PPP (Partai Persatuan Pembangunan), M. Romahurmuziy. (Foto: Istimewa)
Mantan Ketua Umum DPP PPP (Partai Persatuan Pembangunan), M. Romahurmuziy. (Foto: Istimewa)

Pengadilan DKI Jakarta telah mengabulkan banding yang diajukan oleh mantan Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) M. Romahurmuziy dan memutuskan pengurangan masa hukuman menjadi 1 tahun.

Sebelumnya M. Romahurmuziy atau yang akrab disapa Rommy telah divonis hukuman 2 tahun penjara pada pengadilan tingkat pertama, terkait perkara suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI.

Dilansir dari suara.com, Kuasa Hukum Rommy, Maqdir Ismail menyebutkan bahwa banding yang diajukan, telah dikabulkan dan dikurangi masa hukumannya menjadi 1 (satu) tahun oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

"Hari ini kami menerima copy pemberitahuan putusan perkara Pak M. Romahurmuziy dari Pengadilan Tinggi Jakarta. Hakim PT Jakarta menjatuhkan hukuman terhadap Bapak M. Romahurmuziy pidana 1 (satu) tahun penjara," sebutnya, Kamis (23/4/2020).

Untuk diketahui, pada Pengadilan Tingkat Pertama, Rommy telah divonis hukuman 2 tahun kurungan penjara dan denda senilai Rp 100 juta.

Dalam perkara yang disangkakan, Rommy telah terbukti menerima uang suap dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik M. Muafaq Wirahadi senilai Rp 91,4 juta. 

Selain dari M. Muafaq Wirahadi, Rommy juga mendapat uang suap dari Haris Hasanudin senilai Rp 325 juta.

Terkait putusan hakim pada Pengadilan Tingkat Pertama yang memvonis Rommy 2 tahun hukuman penjara, hal itu lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum) yang menuntut Rommy 4 tahun kurungan penjara serta denda senilai Rp 250 juta subsider 5 bulan kurungan penjara.

Selain tuntutan hukuman penjara, JPU juga menuntut pidana tambahan kepada Rommy dalam wujud pembayaran uang senilai Rp 46,4 juta. 

Selain pembayaran tersebut, JPU juga meminta pada hakim agar mencabut hak politik Rommy selama 5 tahun ke depan yang terhitung sejak akhir masa kurungan penjara.