Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (Foto: Media Indonesia)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (Foto: Media Indonesia)

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiga daerah Surabaya Raya berlaku mulai hari ini Selasa (28/4/2020).

Baca Juga : Penularan dan Kematian Covid-19 Terus Bertambah, Pasien Meninggal Dominasi Lansia

Meski sudah disosialisasikan sepanjang pekan ini, tetapi kepanikan masyarakat masih tampak. 

Hal ini terlihat dari video-video yang beredar mengenai pelaksanaan PSBB di Surabaya Raya yang meliputi Kota Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

Tampak kendaraan baik roda dua maupun roda empat memadati pintu masuk Surabaya yang sudah diberlakukan PSBB. 

Adanya kerumunan dan kemacetan tersebut, bisa disebut sangat melanggar imbauan physical distancing yang telah dikeluarkan pemerintah.

Seperti diketahui, PSBB akan berlaku hingga 14 hari ke depan hingga 11 Mei 2020. 

Adapun tiga daerah yang menerapkan PSBB di Jawa Timur yakni, Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Sejak pukul 00.00 WIB dini hari tadi, sejumlah 48 check point disiapkan oleh personel gabungan TNI dan Polri. 

Titik tersebut digunakan untuk melakukan pemantauan pengguna jalan. 

Misalnya terkait penggunaan masker saat berkendara, hingga pembatasan akses masuk daerah PSBB.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, dalam pelaksanaan PSBB ini aparat yang bertugas akan memberikan imbauan dan teguran selama tiga hari ke depan bagi warga yang melanggar.

Selanjutnya, setelah tiga hari, pelanggar akan diberi teguran dan sanksi.

Kendati demikian, bagi warga yang memang berkepentingan mendesak, nantinya akan diperbolehkan untuk masuk ke wilayah PSBB. 

"Yang jelas, orang yang akan bekerja tetap boleh masuk, ojol yang membawa pesanan boleh masuk, ambulan, angkutan ekspedisi, angkutan sembako," ujar Luki, dilansir melalui CNN Indonesia.

Baca Juga : Tiga Kepala Daerah Kumpul Bahas Persiapan PSBB Malang Raya

"Orang tertentu dengan izin nanti kita juga diperbolehkan. Kita tidak saklek. Tapi terhadap orang-orang tidak jelas seperti trek-trek-an dengan tindakan tegas," tambahnya. 

Lantas apa saja aktivitas yang dilarang dan dibolehkan di masa PSBB di Jatim? 

Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan, menjelaskan apa saja aktivitas yang dibatasi dan tidak.

Dia mengungkapkan, pembatasan aktivitas warga di luar rumah sudah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Kota Surabaya.

Pembatasan aktivitas yang dimaksud seperti pelaksanaan pembelajaran di sekolah, di industri dalam rangka magang, praktik kerja lapangan dan atau kegiatan lainnya.

Hal itu termasuk aktivitas bekerja di tempat kerja, kegiatan keagamaan di rumah ibadah, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya, serta pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi.

Selain itu terdapat juga kegiatan yang dilarang saat masa PSBB.

Yakni perkumpulan seperti pertemuan politik, hiburan, olahraga, akademik, dan budaya.

Sedangkan untuk pernikahan tetap diperbolehkan asalnya dilakukan di KUA dengan prosedur yang sudah ditetapkan.

Seperti menggunakan masker, jaga jarak dan dihadiri oleh keluarga inti tanpa menggelar resepsi.

Lalu untuk khitan, juga diperbolehkan untuk dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, dengan memakai masker, jaga jarak, dan dihadiri keluarga inti tanpa menggelar syukuran.

Sementara untuk proses pemakaman tetap bisa dilakukan asalkan bukan kematian pasien penyakit Covid-19.

Namun para takziah harus tetap jaga jarak, menggunakan masker dan hanya boleh dihadiri kalangan keluarga yang tidak boleh lebih dari 20 orang.