Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar .(ist)
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar .(ist)

Jumlah warga yang diduga terpapar Covid-19 di kluster pabrik rokok di Tulungagung. Di antaranya adalah 10 warga Kota Kediri. 

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengungkapkan, pihak Pemkot Kediri baru saja melakukan rapid test Covid-19 terhadap 12 warganya yang terhubung dengan kluster tersebut. 

Dari jumlah tersebut, hampir separo menunjukkan hasil reaktif terhadap rapid test.

"Hasilnya ada 5 orang yang positif. Yaitu dua orang dari Kelurahan Tempurejo, dan tiga orang dari Kelurahan Bawang," ujar Abu dalam IG story-nya @abdullah_abe.

Dia melanjutkan, 5 orang tersebut menambah jumlah warga yang terpapar Covid-19 dari kluster yang sama. 

"Sebelumnya sudah ada 5 orang yang positif, jadi total dari kluster Tulungagung ini di Kota Kediri ada 10 yang hasil rapid test-nya positif," terangnya.

Meski demikian, menurut Abu, seluruh warga yang hasil rapid test-nya positif dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda fisik terpapar Covid-19.

"Orang-orang ini tanpa gejala, jadi saya harap bapak-ibu berhati-hati. Salat tarawihnya jangan di masjid, salat di rumah aja," pesan Mas Abu, sapaan akrabnya.

Untuk menindaklanjuti hasil rapid test itu, warga yang positif kembali menjalani pemeriksaan lendir saluran pernapasan atau swab. 

"Hari ini sudah di-swab semuanya, kita tunggu hasilnya apakah positif atau negatif. Nanti yang hasilnya ternyata positif maka kita akan isolasi di rumah sakit, yang negatif akan diisolasi di rumah masing-masing," katanya, Senin (4/5/2020) malam.

Untuk pencegahan risiko penularan terhadap warga lain, Abu menyebut bahwa mereka saat ini telah diarahkan untuk menjalani karantina mandiri.

"Sementara ini mereka harus isolasi diri di rumah masing-masing. Saya minta kerja sama bapak RT dan bapak RW untuk memonitor agar warganya tidak keluar dari rumah," tutup Mas Abu.