Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Abu Hurairah dikenal sebagai sahabat sekaligus periwayat hadis yang paling banyak disebutkan dalam isnad-nya. 

Hukum dan ketentuan dalam syariat Islam yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW telah disampaikan oleh salah satu sahabat utama Rasulullah SAW tersebut.

Baca Juga : Penyembah Berhala Masuk Islam Lantaran Melihat Anjing Minum Susu

Namun ternyata, dalam beberapa riwayat disebutkan jika hadis yang disampaikan Abu Hurairah belum sepenuhnya lengkap. 

Melainkan, masih separo dari ilmu yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, Abu Hurairah pernah berkata, "Aku menyimpan dua wadah, dua karung ilmu dari Rasulullah SAW. Salah satunya telah aku sebarkan kepada manusia. Sedangkan satunya lagi jika aku sebarkan maka pasti leherku dipenggal,".

Perkataan tersebut telah menimbulkan beberapa pertanyaan di kalangan para ulama. 

Karena selama ini, ada begitu banyak hal dan ilmu yang disampaikan Abu Hurairah.

Beberapa ulama berpendapat, sebagian ilmu yang dimaksud oleh Abu Hurairah adalah hadis-hadis yang berkaitan dengan para pemimpin yang buruk serta kondisi dan periode kekuasaan mereka.

Hal itu disimpan Abu Hurairah karena ia paham dengan rinci apa saja yang akan terjadi sebagaimana ucapan Rasulullah SAW. 

Jika hadis itu disebutkan akan menjadi masalah di masa itu, maka Abu Hurairah memilih untuk menyimpannya.

Beberapa ulama berpendapat, hadits tersebut tak disampaikan untuk keselamatan Abu Hurairah. 

Bahkan, Abu Hurairah pernah memberi isyarat dan tak secara terang-terangan.

Salah satunya seperti saat Abu Hurairah berkata, "Aku berlindung kepada Allah dari tahun awal 60 H, dan kekuasaan anak-anak muda,".

Hadits tersebut diperkirakan berkaitan dengan kekhilafan Yazid bin Muaiwiyah. 

Kemudian Allah SWT mengabulkan permintaan itu dan Abu Hurairah wafat sebelum tahun 60, tepatnya tahun 59 H.

"Berarti ada sesuatu yang terjadi di situ karena dia berdoa untuk tak melihat situasi tahun 60," terang Ustadz Basalamah.

Baca Juga : Si Kaya yang Hartanya Tak Pernah Hilang, Dijanjikan Surga oleh Rasulullah SAW

Dalam pendapat lain disebutkan, sebagian orang menjadikan hadis tersebut sebagai pembenaran atas kebatilan madzhab mereka. 

Saat itu, mereka meyakini syariat yang diyakini memiliki sisi lahir dan sisi batin.

Kebatilan tersebut diakibatkan kemerosotan dalam beragama. 

Padahal yang dimaksud Abu Hurairah dengan perkataan 'adalah pasti dipenggal leher' itu merujuk pada penguasa yang zalim serta memenggal kepalanya jika seseorang mencela dan menyesatkan perbuatan mereka.

Maka semua itu disebut tidak benar. Karena maksud Abu Hurairah adalah ada hadis-hadis tentang penguasa semasa Rasulullah SAW masih hidup dan kezalimannya sudah disebutkan. 

Bahkan sebagian ulama menyebut jika saat itu Rasulullah SAW menyebutkan namanya. Maka jika disampaikan akan menimbulkan masalah.

Sebagian ulama berpendapat, hadis yang tak disebutkan itu merupakan hadis yang dapat menggerakkan terjadinya fitnah dalam masalah agama. 

Karena untuk hadis yang berkaitan dengan halal dan haram tak boleh disembunyikan.

Selain itu, sebagian ulama lain berpendapat, jika itu adalah hadis tentang tanda-tanda kiamat.

Karena jika tanda-tanda itu disampaikan saat itu, mungkin akan sulit diterima sehingga akan membuat Abu Hurairah disebut sebagai pengarang atau lain sebagainya.