Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustadz Khalid Basalamah menyebut, Rasulullah SAW pernah memuji seorang sahabat sebagai sebaik-baiknya lelaki atau lelaki baik yang ideal.

Sahabat itu adalah Abu Ubaidah bin Jarrah. 

Baca Juga : 8 Tahun Dampingi Rasulullah SAW, Ini Sahabat yang Wafat Paling Akhir

Dalam sebuah riwayat disampaikan, Abdullah pernah bertanya kepada Aisyah RA siapa sahabat yang paling Rasulullah SAW cintai.

Kemudian Aisyah menjawab Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Lhattab, dan Abu Ubaidah.

Abu Ubaidah dicintai setelah kedua sahabat yang sangat masyhur tersebut.

Rasulullah SAW pernah memuji Abu Ubaidah sebagai sebaik-baiknya lelaki.

Dalam hadits yang diriwayatkan Tirmidzi Rasulullah SAW berkata, "Sebaik-baiknya lelaki dalam segala hal adalah Abu Ubaidah bin Jarrah,".

Kebaikan dari Abu Ubaidah itupun pernah disampaikan dalam berbagai riwayat dan kisah.

Salah satunya adalah ketika Rasulullah SAW mengutus Abu Ubaidah untuk menguatkan pasukan Amru bin Ash.

Saat itu Amru bin Ash dikirim Rasulullah SAW ke sebuah kawasan yang akan menyerang Madinah.

Amru bin Ash yang dikenal akan strategi perangnya melihat bahwa pasukan musuh sangat besar.

Sehingga, dia berkirim surat untuk meminta bantuan kepada Rasulullah SAW.

Maka Rasulullah SAW saat itu membentuk pasukan baru yang dipimpin Abu Ubaidah bin Jarrah yang di dalamnya ada Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

Maka Rasulullah SAW berkata kepada Abu Ubaidah, "Jika engkau bertemu dengan Amru bin Ash, maka jangan berselisih paham,".

Pasukan Ubaidah kemudian tiba di wilayah Salasil, di mana pasukan Amru bin Ash berada.

Saat Amru bin Ash dan Ubaidah bin Jarrah bertemu, maka Amru bin Ash berkata jika Ubaidah adalah pasukan yang dikirim untuk membantu Amru. 

Dengan begitu, Ubaidah akan berada di bawah pimpinannya.

Kemudian Ubaidah menjawab jika ia diutus Rasulullah SAW, maka ia akan memimpin pasukannya dan Amru bin Ash akan memimpin pasukannya sendiri.

Kemudian Amru berkata, "Tidak bisa, saya memimpin sejak awal. Maka kamu harus bisa mengalah,".

Abu Ubaidah kemudian berkata, "Baiklah Amru, jika engkau tak mau mengambil pendapatku tadi, maka aku mengambil wasiat dari Rasulullah SAW agar saya dan kamu tak berselisih paham. Maka silahkan jika engkau inginkan aku masuk dalam pasukanmu aku akan ikut,".

Kemudian Amru bin Ash menjadi pemimpin.

Pada kisah lain, tepatnya dalam perang Dzatul Khabar, Abu Ubaidah ditunjuk sebagai pemimpin.

Saat itu Rasulullah SAW hanya memberi bekal kurma sangat sedikit dengan perjalanan yang sangat jauh.

Baca Juga : Misteri Hadis Rasulullah yang Belum Tersampaikan, Ada Sahabat yang Pilih Menyembunyikan!

Pasukan tersebut bersabar dan Abu Ubaidah senantiasa memberi motivasi agar pasukan bersabar.

Setiap harinya, Abu Ubaidah hanya memberi satu butir kurma kepada seluruh pasukan.

Sampai pada akhirnya mereka kehabisan kurma. 

Sebagian riwayat menyebut jika pasukan tersebut kehabisan kurma saat akan menghadapi musuh, namun sebagian lagi berpendapat jika kurma telah habis setelah peperangan.

Saat itu dikatakan jika kurma dibagikan seluruhnya kepada pasukan perang, dan ada satu sahabat yang tak kebagian kurma.

Maka Abu Ubaidah menyerahkan kurmanya tersebut kepada mujahid tersebut.

Lantas saat hendak kembali ke Madinah, tiba-tiba di perjalanan dari kejauhan pasukan melihat sesuatu yang sangat gelap, dan saat didekati itu merupakan seekor ikan.

Sangking besarnya, Abu Ubaidah memerintahkan agar unta dan orang tertinggi melewati tak sampai pada tulang rusuk.

Bangkai ikan itu pun kemudian dimakan oleh pasukan tersebut. Sebagaimana diketahui, daging ikan laut tersebut halal.

Daging ikan tersebut tak habis saat dimakan pasukan beberapa hari.

Hingga akhirnya pasukan mengambil daging ikan tersebut untuk dibagikan di Madinah, termasuk buah tangan untuk Rasulullah SAW.

Saat mereka tiba di Madinah, mereka menceritakan pengalaman tersebut kepada Rasulullah SAW.

Lalu Rasulullah SAW mendapatkan wahyu dan berkata, "Rizki yang telah Allah limpahkan kepada kalian. Apakah kalian masih membawa sebagian dagingnya untuk kami mencicipinya?".

Sebagian ulama sepakat, kemunculan ikan yang entah dari mana itu diyakini diberikan Allah SWT kepada Ubaidah bin Jarrah.

Kemudian kisah kebaikan lain dari Abu Ubaidah adalah saat Rasulullah SAW meninggal, dan orang Madinah berkumpul untuk menunjuk khalifah.

Saat itu Abu Bakar dan Umar turut hadir dan saling mengingatkan sebagaimana pesan Rasulullah SAW.

Umar saat itu berkata jika yang paling layak adalah Abu Bakar, dan Abu Ubaidah datang serta memegang tangan Abu Bakar.

Abu Ubaidah berkata, "Orang ini tidak ada yang bisa mengalahkan setelah Rasulullah SAW. Saya akan membaiatnya. Adakah orang yang bisa mengalahkan Abu Bakar?". 

Maka semua terdiam, dan terpilihlah Abu Bakar sebagai khalifah.