Presiden Joko Widodo (Foto:  CNBC Indonesia)
Presiden Joko Widodo (Foto: CNBC Indonesia)

Ancama Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan reshuffle kabinet hingga kini masih menjadi perbincangan.  Ancaman itu disampaikan Jokowi saat ia meluapkan amarah kepada para menterinya.  

Jokowi marah karena menilai kinerja para menterinya kurang maksimal di tengah pandemi covid-19 saat ini.  

Baca Juga : Edhy Prabowo Beberkan Soal Kabar Orang Gerindra yang Dapat Izin Ekspor Benih Lobster

Berbagai pihak pun turut memberikan tanggapan terkait isu reshuffle kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.  

Kali ini, giliran pengamat politik Karyono Wibowo yang memberikan tanggapan terkait reshuffle kabinet.   Karyono menyebut, jika benar reshuffle terjadi, Jokowi akan menerapkan pakem politik lama.

Pakem politik lama yang dimaksud ialah menggeser dan menggusur menteri.   "Jika ada reshuffle, Jokowi tampaknya tak akan keluar dari pakem politik lama. Artinya skema reshuffle tak akan jauh beda dengan periode pertama Jokowi, yakni skema menggeser dan menggusur," ujar Karyono.  

Dijelaskan Karyono, skema menggeser ialah memindahkan posisi menteri ke bidang kementerian lain. 

Baca Juga : Mensekneg Akhirnya Beber Pemicu Presiden Jokowi Marah terhadap Menteri

 Sedangkan untuk skema menggusur, ada dua pola yang prinsipnya sama dengan istilah dalam penggusuran tanah.  Karyono berpendapat, ada yang digusur dengan ganti rugi dan tanpa ganti rugi.  "Skema menggeser dan menggusur tetap saja, posisi partai politik sangant dominan," ucapnya.

Lebih lanjut, Karyono menjelaskan Indonesia saat ini tengah menerapkan sistem presidensial rasa parlementer.  Sehingga reshuffle dilakukan dengan sistem menggeser dan menggusur.