Pasangan suami istri Haduri Wijaya Bin H. Mustofa dan Istrinya Rita Hapsari Ningtyas saat menyerahkan dana hibah ke PMI Jawa Timur dan Jember pada Desember tahun lalu. (foto : dok / Jatim TIMES)
Pasangan suami istri Haduri Wijaya Bin H. Mustofa dan Istrinya Rita Hapsari Ningtyas saat menyerahkan dana hibah ke PMI Jawa Timur dan Jember pada Desember tahun lalu. (foto : dok / Jatim TIMES)

Peristiwa tak mengenakkan kembali terjadi di rumah tangga penyanyi Anang dan Ashanty. Keduanya nyaris menjadi korban penipuan atas jual beli rumah mewah seharga Rp 35 miliar milik mereka.

Awalnya, rumah mewah tersebut akan dibeli oleh orang kaya alias “Sultan” yang mengaku berasal dari Jember. Saking kayanya, sosok ini membeli tanpa melakukan penawaran alias langsung setuju untuk membayar Rp 35 miliar.

Baca Juga : Raffi Ahmad Ditawari Putri Wapres Ma'ruf Amin Jadi Wakil Wali Kota Tangerang Selatan

 

Belakangan, rencana jual beli itu menuai kontroversi karena keraguan Anang-Ashanty terhadap sosok calon pembeli rumahnya. Bahkan di laman Instagramnya, Ashanty menyampaikan uneg-unegnya.

Ashanty menceritakan sosok suami istri yang ngaku asal Jember dan keturunan Malaysia akan membeli rumahnya. Meski sudah bersepakat, ternyata realisasi atas akad jual beli itu tak kunjung nyata. Bahkan, Ashanty merasa ditipu oleh sosok tersebut. 

Pasangan suami istri yang belakangan diketahui bernama Haduri Wijaya Bin H. Mustofa dan Istrinya Rita Hapsari Ningtyas, ternyata juga pernah membuat heboh instansi di Jember, tepatnya pada 7 Desember 2019 lalu.

Pasangan suami istri ini sempat menyatakan akan menyerahkan donasi (hibah) sebesar Rp 200 miliar dan tanah seluas 6.500 meter persegi ke PMI Jawa Timur, serta yang Rp 16 miliar ke PMI Cabang Jember.

Bahkan, penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dana hibah antara PMI Jember sebagai penerima dan dengan PT. Dayinta Eka Catra sebagai pemberi bantuan dana dengan disaksikan oleh Bupati Jember dan Ketua PMI Jawa Timur H. Imam Utomo S serta di hadapan peserta delegasi dari berbagai daerah di Gedung Pendopo Wahyawibawagraha Jember.

Namun belakangan diketahui, bantuan hibah yang dijanjikan oleh pasangan “Sultan” tersebut ternyata tidak terealisasi dan bohong. 

“Memang saat itu ada sepasang suami istri yang akan menghibahkan dananya ke PMI Cabang Jember sebesar 16 M, tapi bantuan itu sampai saat ini tidak pernah terealisasi, bahkan belakangan juga ramai kalau mereka ternyata juga orang yang akan membeli rumahnya Anang Ashanty, jadi kami pastikan bahwa bantuan tersebut sampai saat ini tidak terealisasi,” ujar Ketua PMI cabang Jember H. EA. Zaenal Marzuki kepada wartawan Sabtu (18/7/2020).

Baca Juga : Miliki Fisik Sempurna, Ketampanan Rasulullah SAW Lebih Indah dari Purnama

 

Zaenal menceritakan, awal mula pasangan suami istri yang bernama Haduri Wijaya dan Rita Hapsari Ningtyas mendatangi Markas PMI cabang Jember di Jalan Jawa nomor 57 pada pertengahan Bulan Oktober 2019 dengan mengendarai mobil Xenia dengan didampingi asisten dan drivernya.

Saat itu, keduanya memperkenalkan diri dan mengaku sebagai pengusaha tambang di Papua dan mengaku memiliki 300 hotel berkelas di berbagai negara, dan bahkan akan membangun hotel mewah di Jember 

“Awalnya pasangan suami istri tersebut menjelaskan bahwa keduanya mendengar langsung tentang terobosan-terobosan yang dilakukan PMI Kabupaten Jember dari Ketua PMI Provinsi Jawa Timur H. Imam Utomo dan membaca inovasi-inovasi PMI Jember dari Media massa, kemudian pasangan suami istri tersebut berinisiatif bersilaturahmi ke Markas PMI Jember,” beber Zaenal.

Dari ramah tamah ini, kemudian dilanjutkan dengan komunikasi melalui sambungan telepon maupun WhatsApp, antara dirinya selaku Ketua PMI Jember dengan donatur tersebut dan diungkapkan berencana akan menyerahkan bantuan dana secara simbolis pada Pengurus PMI kabupaten Jember sebesar 16 Milyar dan kepada Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 200 miliar.

“Acara penyerahan dana hibah secara simbolis ini pun kami gelar, bersamaan dengan Opening Dialog Nasional yang menggagas tema Peran Pemerintah Daerah Dalam Produktivitas PMI diikuti delegasi peserta dialog nasional dari berbagai daerah pada Jumat 7 Desember 2019, tapi nyatanya sampai saat ini tidak ada realisasinya,” pungkas Zaenal. (*)