Mendagri Tito Karnavian (Sumber foto: indonews)
Mendagri Tito Karnavian (Sumber foto: indonews)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sempat membahas cara pemakaman jenazah pasien Covid-19. Dalam pidatonya, Tito menyebut jika lebih baik jenazah pasien Covid-19 dibakar. 

Pernyataan Tito itu pun langsung menjadi polemik di kalangan masyarakat. Hal ini membuat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun memberikan penjelasan melalui Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Bahtiar.

Baca Juga : Baru Menjabat, Ini Tugas yang Harus Segera Diselesaikan Sekda Kabupaten Malang

Ia meluruskan terkait apa yang disampaikan oleh Tito. Serta mengatakan jika Tito menyatakan jenazah Covid-19 dibakar dengan tujuan mematikan virus asal Wuhan, China itu.  

"Yang dikatakan Pak Tito secara teori jenazah Covid-19 dibakar agar virusnya juga mati," ujarnya. 

Kendati demikian, proses penanganan jenazah pasien Covid-19 tetap disesuaikan dengan keyakinan agama masing-masing.  

"Bagi Muslim dan agama lain, memang tidak sesuai aqidah, maka penatalaksanaannya dibungkus tanpa celah agar virus tidak menyebar, lalu dimakamkan,"jelasnya.

Selain itu, Bahtiar meminta agar polemik terkait pernyataan ini diakhiri agar tak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat.  

Baca Juga : Masih Tersisa 5 Setengah Bulan, Retribusi Sektor Parkiran sudah Surplus 22 Persen

Sebelumnya, Tito berbicara mengenai teori terbaik dalam penanganan jenazah Covid-19.  

"Yang terbaik, mohon maaf, saya muslim tapi ini teori yang terbaik dibakar, karena virusnya akan mati juga," ujar Tito di video Webinar yang dibagikan Kapuspen Kemendagri .