Pintu masuk ruangan pelayanan Adminduk Dispendukcapil Jombang tertutup rapat. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Pintu masuk ruangan pelayanan Adminduk Dispendukcapil Jombang tertutup rapat. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jombang ditutup sementara. Penutupan pelayanan Adminduk ini ditenggarai setelah Kepala Dispendukcapil terinfeksi Covid-19 dan 6 pegawainya reaktif setelah menjalani rapid test.

Pelayanan Adminduk di Dispendukcapil Jombang ini mulai tutup pada hari ini, Kamis (23/7/2020). Hal tersebut terlihat pada keterangan tertulis yang ditempel pada pintu masuk ruang pelayanan kantor Dispendukcapil, Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Kepanjen, Jombang. Di pintu masuk ruang pelayanan, tertulis pelayanan offline Adminduk tutup hingga 10 Agustus 2020.

Baca Juga : Baru Menjabat, Ini Tugas yang Harus Segera Diselesaikan Sekda Kabupaten Malang

Penutupan kantor pelayanan Adminduk ini ternyata belum tersosialisasikan ke masyarakat secara luas. Terlihat, masih ada beberapa warga yang datang untuk mengurus Adminduk. Seperti yang dilakukan oleh Anang (45), warga Kecamatan Peterongan.

Ia terpaksa harus kembali pulang karena pelayanan di Dispendukcapil tutup. Anang mengaku tidak ada sosialisasi sebelumnya, terkait penutupan pelayanan tersebut. 

"Mau ngambil akte. Ya gak tau kalau tutup sampai tanggal 10 katanya. Ya nunggu sampai tanggal 10. Gak tau penyebab tutupnya, gak ada pemberitahuan" ujarnya kepada wartawan di lokasi, Kamis (23/7/2020).

Pelaksana Harian (Plh) Sekda Jombang Eksan Gunajati mengatakan, tidak ada penutupan di kantor pelayanan Adminduk di Dispendukcapil Jombang. Hanya saja, para pegawainya diminta untuk work form home (WFH).

Sedangkan, lanjut Eksan, pelayanan Adminduk tetap berjalan dengan sistem online. "Sebenarnya ini bukan penutupan, tapi kita penataan kembali, penyesuaian kembali terkait dengan kondisi saat ini. Khususnya terkait dengan musibah kita ini, yang pejabat kita terkonfirmasi (positif covid-19, red)," ujarnya.

Baca Juga : Masih Tersisa 5 Setengah Bulan, Retribusi Sektor Parkiran sudah Surplus 22 Persen

Diungkapkan Eksan, situasi yang terjadi pada pelayanan Adminduk tersebut dipicu oleh Kepala Dispendukcapil Jombang Masduqi Zakaria dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa (21/7/2020) kemarin. Ditambah lagi, 6 pegawai di kantor dinas itu dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test pada Rabu (22/7/2020) kemarin.

"Yang kedua, pertimbangannya bahwa pelayanan itu bisa dilakukan dengan online. Sehingga harapan kita masalah pelayanan tidak terganggu, dan masalah covid-19 bisa teratasi," tandasnya.