Bupati Pungkasiadi menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada petugas kebersihan DLH (Foto: Humas Kab. Mojokerto)
Bupati Pungkasiadi menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada petugas kebersihan DLH (Foto: Humas Kab. Mojokerto)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yakin, menjelaskan dalam laporan sambutannya jika pengolahan sampah di Kabupaten Mojokerto masih sangat perlu ditingkatkan. 

Didik menilai perlu adanya peningkatan untuk memaksimalkan pengelolaan, mulai dari mencukupi alat-alat dan sumber daya manusia (SDM). Hingga rencana menaikkan honor para petugas lepas harian DLH Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga : Tindaklanjuti Perda 13 Tahun 2016, Pemkot Mojokerto Serahkan Tanah Aset ke BPRS

Hal ini didasarkan, penanganan sampah yang dilakukan oleh DLH Kabupaten Mojokerto, hingga saat ini masih sekitar 4-5 persen dari target. 

“Kita memang musti concern terhadap pengelolaan sampah. Sebab, yang kita tangani saat ini masih 4 sampai 5 persen, masih jauh dari target kita di 2025. Alhamdulillah, Desember ini TPA Karangdieng sudah dapat dimanfaatkan untk pengelolaan sampah Kabupaten Mojokerto," ucap Didik.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh DLH Kabupaten Mojokerto untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah adalah dengan meningkatkan honor para tenaga lepas.

“Untuk mendukung operasionalnya, kami ajukan perlengkapan alat-alat berat dan SDM-nya. Paling penting, bagi teman-teman tenaga harian lepas (THL) DLH, akan kita naikkan honornya sekitar 400-500 ribu di PAK 2020 ini,” ujarnya.

Perhatian yang sama diberikan oleh Bupati Mojokerto Pungkasiadi. Bupati yang akrab disapa Abah Ipung itu memberi beberapa arahan tentang pengelolaan sampah di Kabupaten Mojokerto. Termasuk item-item perlengkapan yang harus dicukupi untuk pengolahan sampah di TPA.

Baca Juga : Pemkab Mojokerto Anggarkan Rp 55 Miliar untuk Pengembangan Cagar Budaya dan Transportasi

“Pengelolaan sampah harus kita maksimalkan. Gedung baru, juga alat-alat berat baru yang nanti kita belikan di P-APBD. Pengelolaan sampah harus kita perhatikan betul, terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Sebab, sampah medis seperti masker yang kita pakai sehari-hari, otomatis juga makin banyak," urai Pungkasiadi.

“Lagi-lagi terkait lingkungan, saya tidak berhenti mengajak semuanya untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Demi memutus mata rantai Covid-19, tentunya juga dengan selalu disiplin protokol kesehatan,” pungkasnya.

Di akhir acara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis pada 10 orang petugas kebersihan DLH.