Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar (Foto:  Redaksikota.com)
Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar (Foto: Redaksikota.com)

Nama Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar kembali menjadi sorotan di media sosial.   Senin (7/9/2020) tagar #Musni Umar sampai menjadi trending topic di Twitter.  

Hal itu lantaran Musni menulis soal batalnya Turki dan Yunani berperang melalui akun Twitter-nya, @musniumar.  Dalam cuitannya, Musni Umar mengatakan kedua negara itu batal perang berkat usulannya.  

Baca Juga : Sempat Heboh Timor Leste Ingin Kembali ke Indonesia, Ternyata Hoaks

 

Musni juga menyertakan sebuah tautan berita mengenai batalnya perang Turki dan Yunani.   Bahkan, Musni mengucapkan terima kasih kepada NATO yang telah menjadi mediator dalam mencegah perang antara dua negara itu.

"Terima kasih NATO yang jadi mediator untuk cegah perang antara Turki dan Yunani. Itu sesuai usul saya karena kalau perang, yang menangjadi arang yang kalah jadi abu," cuitnya.  

 

 

Walhasil cuitan itu langsung menuai beragam reaksi warganet.  Bahkan, mereka menyampaikan sindiran harus kepada sang rektor.  

"Saya yakin seyakin-yakinnya. Shinzo Abe mundur dari kursi Perdana Menteri Jepang itu atas saran paduka yang mulia @musniumar. Maha benar Musni Umar dengan segala kebijakannya. Terpujilah Musni Umar," tulis @Miduk17

"Maap pak rektor  @musniumar mo tanya...usulan anda itu lewat perantara siapa yah... kok sepertinya nama ANDA nggak ada tuh dilinimasa di sebutkan...   wah udah mulai halu nih jangan," ujar akun @RAISYAELBIX1.

"Waaaahhh....luar biasa Pak Prof ini, bisa usul ke NATO untuk mencegah perang dan NATO mau mengikuti usulan Bapak. Bapak layak dapat anugrah Nobel Perdamaian, Bapak juga sangat cocok jadi Sekjen PBB... Pak JKW bener-bener rugi menyiakan talenta Bapak. Warrrrbiasaaaaaahediennya," papar akun @raden_gendowor.

"Tahu enggak sinar matahari kalo pagi belum panas dan kalo malam gantian jaga sama bulan? Bisa jadi itu usulan Musni Umar seorang Indonesia yang berpengaruh di dunia terang dan gelapnya dunia," sindir @ayungp.

Baca Juga : Malaysia Tambah 9 Negara yang Dilarang Masuk Wilayahnya, Arab Saudi hingga Amerika

 

"Perdebatan kaum muda dan tua perihal Proklamasi Kemerdekaan yang akhirnya disepakati 17 Agustus 1945, kemungkinan juga berkat saran Prof. Musni Umar," imbuh @DavidWijaya82.

Selain itu, politikus PDIP Budiman Sudjatmiko ikut menyoroti cuitan Musni.   "Juga keputusan Hitler untuk menyerbu Soviet. Hitler lebih memdengarkan saran Jendral Prof Musni Umar dari pada saran Jendral Heinz Guderian atau Marsekal von Kluge," sindir  Budiman.

Diketahui, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) mengatakan bahwa  Turki dan Yunani telah menyetujui pembicaraan untuk meredakan perselisihan di Laut Mediterania Timur. Sebelumnya kedua negara anggota NATO itu berkonflik terkait gas alam di perairan tersebut.  

Ketua NATO Jens Stoltenberg mengatakan hal itu akan berlangsung dalam waktu dekat. "Menyusul diskusi saya dengan para pemimpin Yunani dan Turki, kedua sekutu telah sepakat untuk mengadakan pembicaraan teknis di NATO untuk menetapkan mekanisme deskalasi konflik militer guna mengurangi risiko insiden dan kecelakaan di Mediterania timur," kata Stoltenberg, dikutip dari AFP.