3 YouTuber pelaku kejahatan seksual Nicholas Chen, Billy Joe Ava dan Turah Parthayna (Foto: IST)
3 YouTuber pelaku kejahatan seksual Nicholas Chen, Billy Joe Ava dan Turah Parthayna (Foto: IST)

Telah muncul fenomena kejahatan seksual yang didominasi pria-pria berkacamata. Di media sosial, setidaknya terdapat 13 pria berkacamata yang melakukan aksi bejatnya itu terhadap beberapa korban. Namun, hanya 11 pelaku yang wajahnya muncul di media sosial.

Di antara 11 pelaku itu, ada nama-nama yang cukup tenar. Pasalnya,  tiga pria itu  berprofesi sebagai YouTuber.

Baca Juga : Wali Kota Sutiaji : Kalau Saya Dibuat Meme Begitu Enggak Perlu Lapor Polisi Segala

Tentunya mereka melakukan kejahatan seksual dengan modus atau cara yang berbeda-beda.

Nama YouTuber pertama yang kini ternoda sebagai pelaku kejahatan seksual adalah Nicholas Chen. Nicholas Chen merupakan YouTuber yang menjadi perbincangan hangat pada Maret 2020 lalu karena kasus kejahatan seksual yang dilakukannya.

Berparas tampan dan memiliki image baik-baik, ia justru diduga melakukan kekerasan kepada kekasihnya yang berinisial R. Dalam tweet yang sempat diunggah oleh akun @jerujiemas, diceritakan bahwa Nicholas menjadikan sang kekasih sebagai budak seks selama dua tahun atau bahasa kerennya "sex slave".

Nicholas mengajak sang kekasih untuk berhubungan hingga hamil. Tak cuma sekali. Bahkan kekasih Nicholas hamil hingga empat kali.

Sayangnya, Nicholas enggan bertanggung jawab dengan apa yang ia perbuat itu. Hingga akhirnya dia memaksa R untuk menggugurkan kandungannya.

Tentunya kalian pernah dengar kan istilah "fetish? Yaps, Nicholas ini punya fetish yang mengerikan, yakni impregnation atau breeder. Karena itu, dia tertarik ketika sang kekasih hamil lalu diminta untuk menggugurkan kandungan.

"Inti ceritanya: Dia jadi sex slave selama 2 tahun. Dia nggak ngerti konsep consent (just because u said yes ONCE doesn’t mean it’s always gonna be a yes). Cowoknya abuse dia. Nggak mau pakai kondom. Nggak boleh pake pil. Mau keluar di dalem. Hamil?" kata akun jerujiemas. "4x hamil. 4x DIPAKSA minum #misoprostol. Ini semua ada buktinya. Temenku ini (sebut saja R) percaya kata cowo tsb (sebut saja NC) bahwa itu gapapa dan ga bahaya. Padahal pendarahan! Bahkan ketika R ke dokter dan dokter bilang itu bahaya, NC tetap memaksa untuk minum."

"Selama ini keluarga cewe nggak tau. Kenapa? DIA PAKAI ANCAMAN. Kalau sampai ada yang tau, NC akan meninggalkan perempuan ini," seru akun Twitter tersebut. "Ini kondisinya hamil 6-7 minggu, pendarahan hebat karena minum 14 butir #misoprostol, dan R sudah ke dokter. Bayi masih sehat," begitu bunyi tweet yang ditulis akun jerujiemas.

Nicholas dulu terkenal karena ia kerap tampil di channel YouTube Gadi.

Di channel itu, ia bersama tim kerap mengangkat budaya di Indonesia. Namun akibat peristiwa ini, pihak Gadi akhirnya mendepak Nicholas.

Selain Nicholas, ada YouTuber lain bernama Billy Joe Ava. Sosok Billy Joe Ava dikenal sebagai YouTuber sekaligus penyanyi yang kerap meng-cover lagu-lagu.

Sayangnya di balik popularitasnya, Billy Joe Ava harus tersandung kasus kejahatan seksual yang ia lakukan. Billy diduga telah melakukan kejahatan seksual kepada seorang wanita yang identitasnya disembunyikan.

Kasus Billy ini dibongkar oleh akun Twitter bernama @fannylucuterus pada April 2020 lalu. Dalam cuitannya, akun tersebut menuliskan amarahnya kepada Billy dengan melampirkan bukti percakapan melalui aplikasi Line.

"Yang ngerti hukum bisa tolong kasih pencerahan gak gimana caranya menindaklanjuti kelakuan cowok begini? termasuk pelecehan seksual kan?! padahal ceweknya udah gak respon dan nolak baik-baik. tapi masih usaha maksa2 dari DM ig sampe ke chat di line," tulis akun @fannylucuterus.

Yang menjijikkan, percakapan Billy terlihat jelas di bukti foto pertama yang mengarah ke arah kelamin laki-laki.

"Tuh basah.. Wkwkw. Ngga ih gpp. Wkwkwk," tulis Billy kepada perempuan itu.

Lantas di percakapan itu juga ditunjukkan saat Billy merayu wanita tersebut. "What? Ahhh gilaaa C**li," jawab si perempuan.

"Hahaa iya. Temenin dong," pinta Billy.

Hingga akhirnya pemilik akun @fannylucuterus benar-benar menyebut nama Billy sebagai pelaku kejahatan seksual.

"YAH GAK BERANI, @BILLYJOEAVA ALIAS TRI SUHARTO CUPU TERNYATA WKWKWK UDAH PALING GENTLE PADAHAL ITU K****L DIPAMER-PAMERIN, TAPI GILIRAN SURUH NGAKUIN PERBUATANNYA SALAH MALAH NGINDAR DENGAN CARA KAYAK GINIFace with tears of joyRolling on the floor laughing OUF SANGAT TIDAK GENTLE," tulis akun @fannylucuterus lagi.

Tahu namanya tengah menjadi perbincangan hangat, kala itu Billy pun akhirnya muncul.

Bahkan, ia berani mengakui telah melakukan pelecehan seksual.

Melalui akun Instagram-nya, Billy lantas mengucapkan permohonan maaf karena telah melakukan hal tersebut kepada seorang wanita.

“Saya mengakui dan minta maaf atas kelalaian yang telah saya perbuat,” kata Billy pada 18 April 2020 lalu.

Baca Juga : Terkait Cara Aneh Bupati Malang Sanusi Mutasi Jabatan, Berikut Penjelasan Pakar

Ia juga meminta maaf kepada perempuan yang menjadi korban atas pesan mesum yang ditulisnya. “Saya mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya karena telah melecehkan sekali,” katanya.

Di akhir video, Billy lantas sekali lagi mengucapkan maaf kepada semua pihak dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

Lain lagi ceritanya dengan Turah Parthayana. Nama Turah Parthayana awalnya menjadi perbincangan lantaran ia merupakan YouTuber Indonesia yang mendapat beasiswa untuk kuliah di Rusia.

Pria asal Bali itu bergabung di YouTube sejak Februari 2014 lalu.

Melalui channel YouTube-nya, Turah kerap memberikan konten informasi terkait kehidupannya selama kuliah dan menetap di Tomsk, Rusia.

Sayangnya, di balik itu semua, Turah harus tersandung kasus pelecehan seksual yang pernah dilakukannya. Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Turah ini mencuat setelah anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kota Arkhangelsk Sandi Saputra membuat tread di Twitter melalui akun @sandi_sa119 pada Agustus 2020.

Dalam cuitannya, Sandi menuturkan bahwa peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan Turah terjadi setahun lalu. Kala itu, setelah kejadian karena minimnya pertolongan, ketakutan pribadi, serta beberapa ancaman, korban memilih bungkam.

"Korban adalah mahasiswa S1 yang baru lulus SMA dan datang ke Rusia. Kejadian itu terjadi, ada proses ancaman, dia ditekan bahwa kasus ini tidak boleh keluar dari kotanya [menuntut ilmu], di Tomsk, Rusia," kata Sandi.

Modus kejahatan seksual yang dilakukan Turah ialah mengajak temannya untuk menonton film horor.

"Teman-teman, Gue udah bicara dg korban, gue pegang bukti.Kasus tidak hanya satu.

Ada oknum yg nutupi. ADA ANCAMAN KE PADA KORBAN.

Tunggu utas gue biar lengkap. Gue janji bakal buka semua bukti dan percakapan gue sama Korban.

#Turahpelecehanseksual," tulis akun @sandi_sa119.

Bahkan Sandi menyertakan rekaman suara korban saat menjelaskan kronologi pelecehan seksual itu.

Dalam pengakuannya, korban mengatakan Turah mengajaknya untuk menonton film horor di kamar temannya. Di situlah Turah melakukan pelecehan seksual dengan memaksa teman wanitanya untuk memegang kelaminnya.

Terkait hal ini, Turah langsung memberikan klarifikasi melalui video yang diunggah di channel YouTube-nya. Dalam klarifikasinya, ia mengaku  kasus itu telah selesai melalui mediasi dan kedua pihak sepakat untuk damai.

Namun justru kasus itu  diangkat kembali dan menjadi viral. "Masalah yang disaksikan juga oleh Permira Tomsk sudah selesai. Artinya pihak saya dan J tidak akan mengungkit masalah itu lagi. Namun di Agustus masalah ini diangkat lagi oleh pihak ketiga dengan dukungan pihak J," kata Turah di videonya.

Akibat perbuatan yang ia lakukan, Turah pun mengaku sudah menerima konsekuensinya. "Aku sudah menerima konsekuensi, dikeluarkan dari Indonesian Day, disuruh pindah lantai agar tidak sama dengan J," ucapnya.

Selain itu, dia juga membantah  pengakuan yang disampaikan J jika ia mengajak menonton film horor.  "Pihak J mengatakan aku yang mengajak nonton duluan. Padahal aku sudah punya chat DM dari J, dia ngajak aku duluan. Menurutku kita saling ngajak, bukan aku yang ngebet," cerita Turah.

Lebih lanjut, Turah mengatakan dia memiliki bukti untuk membantah apa yang disampaikan oleh korban. "Kalian sudah mendengar di Twitter dua hari lalu, aku baru klarifikasi sekarang. Mending yang inti-intinya saja, aku sudah punya bukti, aku tunjukkan ke kalian biar paham kejadian sebenarnya," ungkapnya.