Meski Belum Berizin, Proyek RSI Unisma Jalan Terus | Mojokerto TIMES
Proyek RSI Unisma Nekat Tabrak Aturan  4

Meski Belum Berizin, Proyek RSI Unisma Jalan Terus

Nov 12, 2020 11:43
Kegiatan pembangunan gedung lantai 9 RSI Unisma di Jl MT Haryono, Kerluahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang masih berlanjut. foto anggara sudiongko
Kegiatan pembangunan gedung lantai 9 RSI Unisma di Jl MT Haryono, Kerluahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang masih berlanjut. foto anggara sudiongko

Lima nyawa melayang dalam insiden kecelakaan kerja di proyek pembangunan gedung baru 9 lantai Rumah Sakit Islam Universitas Islam Malang (RSI Unisma) pada Selasa (8/9/2020). Kegiatan proyek itupun dihentikan untuk keperluan penyelidikan oleh aparat kepolisian. Belakangan juga diketahui penutupan dilakukan karena kegiatan belum mengantongi izin. Baik itu Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) hingga Instalasi Pengelolaan Air Limbah (Ipal).

Penutupan itu sudah sesuai karena mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang Nomor 1 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung menyebutkan adanya ketentuan kepemilikan izin untuk mendirikan sebuah bangunan. 

Baca Juga : Ada Yang Takut ke Puskesmas, Tak Sedikit Yang Menilai Malah Layanan Lebih Bagus

 

Sayang, penutupan kegiatan pembangunan itu tidak berlangsung lama. Terhitung sejak awal Oktober lalu, kegiatan pembangunan sudah dimulai lagi. Aktivitas itu juga terlihat saat wartawan ini memantau kegiatan di kawasan proyek RSI Unisma pada Rabu (11/11/2020). 

Ketika media ini mengunjungi lokasi proyek pembangunan gedung rumah sakit, terdengar suara hingar bingar pengerjaan proyek. Terdengar teriakan para pekerja, maupun suara dari alat-alat proyek. Tak sembarang orang luar yang diperbolehkan masuk ke dalam kawasan proyek. 

Pintu depan samping rumah sakit yang sebelumnya diketahui merupakan pagar kawat dan masih bisa memperlihatkan suasana proyek di dalam, saat ini telah ditutup rapat. Kawasan itu kini ditutup menggunakan banner putih. Praktis, suasana dan kegiatan di dalam tak terlihat dari luar. Bukan hanya itu, di sisi sekitar proyek juga dipagari jejeran seng yang mengelilingi proyek pembangunan gedung RSI Unisma.

Kendati begitu, pengerjaan proyek yang direncanakan hingga berlantai sembilan ini, bisa terlihat jelas dari jalan di gang 15, tepat di samping RSI Unisma.  Di sisi belakang  ujung gang tersebut, terdapat pintu masuk lain selain dari depan rumah sakit. Namun sama halnya dengan pintu depan, jika pintu tersebut juga tertutup pagar dengan dijaga seorang pekerja.

Dari sisi gang 15, diperkirakan jika saat ini pengerjaan gedung rumah sakit sudah sampai lantai 8 dan menyusul pembangunan lantai ke sembilan. Sebab pandangan dari luar lokasi proyek begitu terbatas. Terlihat dari sisi gang, para pekerja nampak mengenakan helm dan rompi proyek warna oranyee tengah melakukan aktivitas pembangunan pengecoran dan pembangunan lainnya. 

Ratusan besi Scaffolding nampak masih terpasang di pinggiran gedung dan juga pada gedung yang tengah dilakukan proses pengecoran. Concrete Pump Truck juga nampak beroperasi menjulangkan pipanya ke lantai paling atas dari gedung yang tengah proses pengecoran. Di lantai paling atas, terdapat para pekerja yang memantau proses pengecoran sembari mengarahkan material cor.

Pada lokasi proyek juga nampak dua Lift yang juga tengah beroperasi pada sisi selatan dan sisi utara. Satu Lift itu sebelumnya menjadi saksi bisu jatuhnya 10 pekerja, di mana lima di antaranya tewas. Namun dari pengamatan saat ini, Lift tersebut tak lagi dipakai untuk mengangkut orang, terpantau Lift hanya digunakan mengangkut material bangunan oleh para pekerja. 

Baca Juga : Cara-Cara 'Aneh' Bupati Malang Lakukan Mutasi

 

Bahkan hingga sore hari, sekitar  pukul 17.30 wib, nampak dari pantauan jika para pekerja masih melakukan pekerjaan di lantai paling atas. Nyala lampu penerangan juga nampak telah menyala pada jam tersebut.

Sementara itu, salah satu warga sekitar yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan jika yang ia tahu proyek tersebut sudah sekitar satu bulanan kembali dikerjakan. Namun ia tak mengetahui pasti kapan tepatnya proyek tersebut dimulai lagi. 

"Kayaknya sudah satu bulanan mulai dikerjakan. Kalau kasus yang Lift jatuh kemarin saya dengar. Tapi kalau masalah berizin atau nggak, saya nggak tahu," jelas warga tersebut.

Apa alasan Yayasan Unisma Malang nekat melanjutkan kegiatan pembangunan gedung 9 lantai di RSI Unisma? Bagaimana juga pendapat para pakar hukum atas kejadian kecelakaan kerja, hingga resiko keberadaan bangunan yang berdiri tanpa izin? Simak ulasan berikutnya di laporan khusus yang disajikan malangtimes.com. 

Dalam laporan khusus ini juga menyajikan kelonggaran yang diberikan Wali Kota Malang Sutiaji kepada RSI Unisma untuk melanjutkan pembangunan meskipun belum mengantongi izin. Tak ketinggalan respons wakil rakyat atas kelonggaran yang diberikan oleh wali kota. Mungkinkah akan dilakukan tindakan tegas hingga pembongkaran terhadap gedung?, simak terus Malangtimes.com.

Topik
Proyek RSI Unisma Nekat Tabrak Aturan Proyek RSI Unisma Universitas Islam Malang izin mendirikan bangunan

Berita Lainnya