Satpol PP Tulungagung saat memasang segel dan pita di toko modern di Jalan Semeru Tulungagung (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Satpol PP Tulungagung saat memasang segel dan pita di toko modern di Jalan Semeru Tulungagung (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Setidaknya 16 toko berjaringan disegel oleh Satpol PP Tulungagung. Penyegelan dilakukan pasca pihak yang bertugas terlebih dulu melayangkan surat untuk melakukan relokasi kepada seluruh toko modern yang bersangkutan.

Penyegelan dilakukan dengan menempelkan stiker bertuliskan “DISEGEL” berukuran kurang lebih 30 kali 25 centimeter, di depan toko modern berjaringan tersebut.

Baca Juga : Hari Pertama PPKM, Mayoritas Pedagang Taati Jam Malam, Namun Ada 7 Kedai di BAP

Penutupan tersebut merupakan imbas dari Peraturan Daerah (Perda) Tulungagung Nomor 1 tahun 2018 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan toko Swalayan, yaitu berada di dekat pasar tradisional.

Plt. Kasatpol PP Tulungagung melalui Kabid Penegakan Perda dan Perbub, Artista Nindya Putra mengatakan, penutupan ini dilakukan menindaklanjuti hasil hearing dengan Komisi C DPRD Tulungagung.

“Hari ini (Selasa) kita memang melakukan penutupan terhadap toko modern sejumlah 16,” ujar pria yang akrab disapa Genot itu.

Sesuai dengan Perda yang berlaku, letak toko modern berjaringan harus berjarak lebih dari 1.000 meter atau satu kilometer dari pasar tradisional.

Untuk selanjutnya, pengelola toko modern berjaringan wajib untuk merelokasi tokonya menjauhi pasar tradisional, hingga jaraknya lebih dari 1000 meter.

“Jelas akan ditutup dan direlokasi di tempat yang jauh dari pasar tradisional,” katanya.

Sementara itu, Kasi Monitoring dan Evaluasi Perijinan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Satu Pintu, Windoko menjelaskan ke 16 toko modern tersebut selain berdekatan dengan pasar tradisional, juga sudah habis masa izinya.

“Dari 16 ini sudah memutuskan untuk relokasi,” kata Windoko.

Meski begitu pihaknya belum memperoleh informasi kapan dan kemana mereka pindah.

Untuk relokasi, toko modern harus mengurus izin baru. Dalam izin baru nantinya lokasi ditentukan harus menjauhi pasar tradisional.

Baca Juga : Hari Pertama PPKM, Perniagaan di Kabupaten Malang Belum Paham Pembatasan Kegiatan

“Pasti ada izin baru, kalau tetap disini jelas nggak boleh, karena melanggar Perda,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu kepala toko modern yang ditutup di Jalan Semeru Kecamatan Kauman, Ari Jatmiko mengatakan pihaknya sudah melakukan penutupan toko sejak Senin (11/1/21) kemarin. Hari ini dirinya beserta karyawan melakukan pendataan untuk selanjutnya akan pemindahan barang.

“Soal pindah tempat itu urusan manajemen,” ujar Ari.

Ari sebagai kepala toko hanya mengontrol kinerja karyawan dan aliran barang.

Barang-barang akan dipindahkan secara bertahap hingga 4 hari kedepan.

“Itu juga urusan manajemen, sudah disiapkan tempatnya kita retur nanti terserah kantor,” jawabnya singkat.

Disinggung masih karyawan setelah penutupan toko, Ari jelaskan akan menonaktifkan mereka dulu, sembari menunggu informasi lebih lanjut.