Proses evakuasi satu orang korban laka laut yang hilang selama dua hari (Foto: Ist/Jatim TIMES)
Proses evakuasi satu orang korban laka laut yang hilang selama dua hari (Foto: Ist/Jatim TIMES)

Setelah dua hari dikabarkan hilang, satu korban kecelakaan laut (laka laut) kembali ditemukan oleh Basarnas dan Tim Gabungan Sumenep.

Kali ini, korban yang ditemukan itu atas nama Hafik (22), warga Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.

Baca Juga : Sederet Berita Hoax Terkait Kecelakaan Sriwijaya Air, Foto Bayi Selamat hingga Suara Aneh!

Korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB di perairan Pulau Giliraja, Sumenep dalam kondisi meninggal dunia.

"Sekitar pukul 11.00 WIB, kedua korban di evakuasi ke darat dan diantar ke rumah duka untuk di semayamkan," ungkap Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Selasa (12/01/2021).

Dengan begitu kedua korban telah ditemukan. Setelah pagi tadi, korban lainnya atas nama Halipi (25) juga ditemukan di lokasi yang sama.

"Kedua keluarga korban tidak berkenan untuk dilakukan autopsi dan menganggap kejadian tersebut adalah musibah dan takdir dari yang maha kuasa," urai Widiarti.

Sebelumnya, pada Sabtu (9/01/2021) sekitar pukul 23.30 WIB dikabarkan terjadi kecelakaan laut (Laka laut).

Atas peristiwa nahas itu, dua nelayan hilang tenggelam, yakni atas nama Hafik (21) dan Halipi (24). Keduanya, warga Dusun Pesisir, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.

Korban hendak memancing ikan di perairan Giligenting dengan menggunakan perahu bersama lima teman nelayan lain yang selamat, yakni, Subli, Ahmad Dhani, Supardi, Akfan dan Andi.

Baca Juga : Ajak Anak dan Cucunya ke Sawah, Kakek di Jombang Meninggal Tersambar Petir

Awalnya, korban Hafik hendak buang air kecil di atas perahu. Cuaca kala itu turun hujan dan kondisi licin. Lalu korban terpeleset dan jatuh ke laut.

Melihat temannya jatuh, Halipi langsung melompat ke laut dengan tujuan untuk menolong Hafik. Namun sayang, Hafik juga ikut tenggelam ditelan ombak besar.

Usaha pencarian sudah dilakukan oleh Basarnas bersama tim gabungan dan dibantu warga nelayan lain dengan mengerahkan lima perahu.

Pencarian dilakukan selama dua hari berturut-turut dengan hasil dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.