Evaluasi PPKM di Jatim, Gubernur Khofifah Tekankan Pendonor Plasma Konvalesen | Mojokerto TIMES

Evaluasi PPKM di Jatim, Gubernur Khofifah Tekankan Pendonor Plasma Konvalesen

Jan 19, 2021 13:27
Gubernur Jatim Khofifah
Gubernur Jatim Khofifah

JATIMTIMES- Gubernur Jawa Timur, Kohofifah Indar Parawansa, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara virtual. Rakor diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur beserta Pemkot Surabaya, Pemkot Mojokerto, Pemkab Sidoarjo, Pemkab Gresik, Pemkab Mojokerto dan Lamongan (Surabaya Raya).

Gubernur Khofifah, mengatakan, PPKM se-Jawa dan Bali ini memang harapannya bisa mengendalikan mobilitas masyarakat sampai 40 persen. Sementara di Jawa rata-rata mobilitas masyarakat masih 13 persen.

Melalui rakor ini, akan dievaluasi masing-masing kota atau kabupaten dalam menerapkan PPKM. Dan dicari solusi yang efektif dari adanya angka kematian di Jawa Timur yang masih tinggi.

Pada kesempatan ini, Khofifah juga menyinggung terkait Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen oleh Wakil Presiden, Maruf Amin. Dikatakannya, pencanangan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen ini karena banyaknya kasus plasma. 

"Konvalesen ini memiliki efektifitas yang sangat tinggi untuk membantu kesembuhan pasien Covid-19," terangnya.

Menurutnya, program ini akan lebih baik disinergikan antara program PPKM Nasional dengan program masing-masing instansi agar lebih massif dan efektif.

Lebih lanjut dikatakannya, seperti yang disampaikan oleh Direktur RSU dr Soetomo Surabaya sekaligus Ketua Gugus Kuratif Satgas Covid-19 Pemprov Jatim, dr Joni, saat ini power ICU di Jatim masih di atas standar WHO atau 69 persen. 

Sementara menurut prediksi dari Kemenkes kemungkinan puncak covid gelombang duanya pada tanggal 28 Januari 2021 dan sampai pada Minggu ke-4 Januari ke minggu ke-1 Februari 2021. Artinya keterpakaian ICU diprediksi masih tinggi.

Oleh karena itu, kata gubernur, sangat diharapkan mobilitas masyarakat bisa ditekan sampai 40 persen. Saat ini Bed Occupancy Rate  (Bor) isolasi di daerah-daerah sudah ditambah ekstensifikasi. Ini mengingat Menkes yang mengharapkan setiap rumah sakit daerah BUMD, TNI, Polri maupun rumah sakit swasta paling tidak 30 persen bed-nya disiapkan untuk pasien Covid-19.

“Inilah salah satu potret bagaimana sebetulnya yang tadi di awal saya sampaikan bahwa diharapkan di masing-masing provinsi ini bisa menekan sampai dengan 40 persen,” ungkap Khofifah.

Gubernur menuturkan, ikhtiar semua pihak sangatlah luar biasa. Dimana sentra-sentra kerumunan sudah dilakukan pengawasan, meski dalam potretnya ternyata baru bisa menekan sekitar 13 persen. 
 

Topik
Covid 19 Jawa Timur

Berita Lainnya