Mabuk, Preman Kampung di Jombang Bacok 2 Warga | Mojokerto TIMES

Mabuk, Preman Kampung di Jombang Bacok 2 Warga

Jan 22, 2021 11:12
Polisi saat mengamankan barang bukti clurit yang digunakan pelaku melukai korbannya. (Istimewa)
Polisi saat mengamankan barang bukti clurit yang digunakan pelaku melukai korbannya. (Istimewa)

JOMBANGTIMES - Dua warga di Jombang mengalami luka bacok usai diserang preman kampung yang sedang mabuk. Aksi preman mengamuk dengan membawa clurit itu pun memicu kemarahan warga dan berujung pengamanan kepada pelaku.

Peristiwa itu terjadi di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang pada Kamis (21/1/2021) sore. Pelaku bernama Joko Slamet (45), yang tiba-taba ngamuk dengan membawa clurit menyusuri jalan di RT 12 RW 03 desa tersebut.

Baca Juga : Bawa Kabur Uang Hasil Gadai Sertifikat Tetangganya, IRT di Jombang Dipenjarakan

Joko sendiri merupakan warga setempat, yang dikenal warga sebagai preman kampung yang kerap membuat onar. Sekitar pukul 17.00 WIB, ia mendatangi rumah Juwanto untuk mencari keponakannya bernama Edi Loyo dengan membawa clurit.

"Sebelumnya pelaku ini punya masalah dengan temannya bernama Edi Loyo itu, tapi ndak tahu masalahnya apa masih kita dalami. Yang jelas kondisi saat ngamuk itu, Joko dalam kondisi terpengaruh alkohol," terang Kapolsek Mojowarno AKP Yogas kepada wartawan, Jumat (22/1/2021).

Karena tidak menemukan Edi, pelaku lantas mengamuk di rumah Juwanto. Pelaku sempat mengancam nyawa Juwanto dengan mengalungkan clurit ke lehernya.

"Di situ terjadi insiden, Juwanto dikalungi clurit. Istri Juwanto berusaha melerai. Namun, Pelaku memegang kepala Juwanto dan menendangnya. Clurit itu mengenai leher belakang Juwanto hingga melukainya," ungkap Yogas.

Setelah itu, kata Yogas, pelaku pergi dari rumah Juwanto. Pelaku terus mengamuk sembari berjalan mencari Edi dan masih membawa clurit. Sepanjang jalan, Joko terus mengamuk dengan mengayunkan cluritnya.

Aksi pelaku ini pun membuat warga ketakutan, sehingga banyak orang tidak berani keluar rumah. "Di jalan, pelaku merusak warung dan gerobak bakso milik warga," ujarnya.

Aksi brutal Joko ini berlanjut di rumah warga setempat, Buhari (50). Joko tiba-tiba masuk rumah Buhari dan mengamuk. Buhari yang saat itu berusaha menenangkannya, turut menjadi korban amukan Joko.

"Joko dihalau dan didorong keluar rumah oleh Buhari. Saat didorong keluar itu, clurit Joko mengenai pelipis kiri Buhari. Karena itu, pelipis kiri Buhari mengalamu luka dan bersimbah darah," kata Yogas.

Baca Juga : Reaksi DPRD Saat Kejaksaan Jombang Usut Dugaan Korupsi Perpusdes

Perbuatan Joko ini, lanjut Yogas, membuat geram warga di lokasi. Warga kemudian melumpuhkan Joko agar tidak berulah lagi. Joko akhirnya terkapar di di tengah jalan usai dimassa oleh warga.

"Warga banyak yang tahu kalau Buhari luka bersimbah darah. Itu kemudian memantik kemarahan warga. Warga kesal dan emosi, kemudian memassa pelaku hingga tak sadarkan diri," bebernya.

Dari peristiwa itu, kedua korban dan pelaku dievakuasi ke RS Kristen Mojowarno, Jombang, untuk mendapatkan perawatan. Dari penyelidikan polisi, Joko mengamuk akibat terpengaruh alkohol. Joko telah ditetapkan sebagai tersangka.

Atas kejadian itu, polisi sudah menetapkan Joko sebagai tersangka. Barang bukti berupa clurit sepanjang 60 sentimeter juga telah disita polisi sebagai barang buktinya.

"Pelaku kita kenakan PasalĀ 351 ayat (1) dan Pasal 335 dan 406 KUHP tentang penganiayaan disertai pengancaman dan pengerusakan," pungkasnya.

Topik
Preman kampung Kasus Pembacokan

Berita Lainnya