Terjerat Kasus Korupsi Benur, Edhy Prabowo Siap Dihukum Mati | Mojokerto TIMES

Terjerat Kasus Korupsi Benur, Edhy Prabowo Siap Dihukum Mati

Feb 23, 2021 14:03
Edhy Prabowo (Foto: Kompas.com)
Edhy Prabowo (Foto: Kompas.com)

INDONESIATIMES-Sebagai tersangka kasus korupsi benih lobster, mantan Menteri KKP Edhy Prabowo mengaku siap jika dihukum mati. Hal itu jika memang ia terbukti salah atas kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster.

"Kalau memang saya dianggap salah, saya tidak lari dari kesalahan, saya tetap tanggung jawab. Jangankan dihukum mati, lebih dari itu saya siap, yang penting demi masyarakat saya," ujar Edhy pada Senin (22/2/2021).

Baca Juga : Sukseskan Vaksinasi Covid-19, Dinkes Kota Malang Gelar Sosialisasi Imunisasi

Terkait pengakuan Edhy itu, pihak Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) buka suara. KPK mengatakan pihaknya tidak bisa sendiri dalam mewujudkan hukuman mati bagi koruptor.  

Disampaikan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, pihaknya enggan berandai-andai terkait hukuman mati untuk Edhy Prabowo. Sebab, mengenai hukuman mati itu merupakan kewenangan dari tangan majelis hakim.  

"Fakta hasil penyidikan akan dituangkan dalam surat dakwaan yang dibuktikan oleh JPU KPK. Namun, terkait hukuman majelis hakimlah yang akan memutuskan," ujar Fikri.

Baca Juga : Jadi Tersangka Korupsi Benur, Edhy Prabowo Klaim Dirinya Tak Curi Uang Negara

Lebih lanjut, Fikri mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan proses penyidikan terhadap kasus "adik" Prabowo Subianto itu. Ia mengklaim jika penyidik KPK kini telah mengantongi bukti kuat terkait penerimaan suap oleh Edhy yang nantinya akan diungkap dalam persidangan. 

Topik
Edhy Prabowo korupsi benih lobster

Berita Lainnya