free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Harga Jual Meningkat, Garam Tunnel Berpotensi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Malang

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

01 - Feb - 2026, 22:13

Placeholder
Bupati Malang HM. Sanusi didampingi Kepala Dinas Perikananan Kabupaten Malang Victor Sembiring saat memanen garam tunnel di wilayah pesisir Malang Selatan beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Prokopim Setda Kabupaten Malang)

JATIMTIMES - Pengembangan inovasi produksi garam dengan metode tunnel dapat berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang, utamanya yang berada di wilayah pesisir Malang Selatan.

Bupati Malang HM. Sanusi menyampaikan, inovasi produksi garam dengan menggunakan metode tunnel ini merupakan salah satu cara yang tepat untuk menghidupkan lahan-lahan tidak produktif di wilayah pesisir Malang Selatan.  

Baca Juga : Marak Travel Tanpa Izin, Polresta Malang Kota Perketat Pengawasan Jelang Lebaran 2026

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu mengatakan, bahwa lahan-lahan tidak produktif di wilayah Malang Selatan dapat menjadi produktif manakala digunakan untuk memproduksi garam dengan metode tunnel. 

Terlebih lagi, sinar matahari di wilayah pesisir Malang Selatan cukup bagus dan air laut dari pesisir Malang Selatan juga cukup baik untuk bahan baku produksi garam dengan metode tunnel.

Terdapat empat lokasi pengembangan produksi garam dengan metode tunnel di Kabupaten Malang yang dikelola oleh Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di masing-masing wilayah. Yakni di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan (Pantai Bajulmati); Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo (Pantai Modangan); Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare (Pantai Nganteb); serta Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Pantai Perawan). 

"Produksi garam dengan metode tunnel, utamanya dari segi harga. Harga sebelumnya itu Rp 1.800 per kilogram saat ini menjadi Rp 2.800 per kilogram," ungkap Sanusi. 

Meskipun sudah mengalami peningkatan hingga Rp 1.000 per kilogram, pihaknya tidak puas dan akan terus berupaya agar garam dengan metode tunnel asli Kabupaten Malang dapat dijual dengan harga yang tinggi. Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni hilirisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah. 

Pasalnya, ketika garam menjadi final product, maka akan semakin berpotensi meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Kabupaten Malang, karena harga jual akan semakin meningkat. Sanusi terus mendorong agar kolaborasi yang terjalin lintas stakeholder ini dapat menghasilkan sebuah inovasi agar produk garam dengan metode tunnel bisa digunakan untuk kegiatan yang lain. 

“Nantinya, garam tersebut bisa digunakan sebagai garam kosmetik. Karena kandungan NaCl (natrium klorida) tinggi yakni sekitar 97,08 persen atau setara garam industri dan tingkat putihnya juga mencapai 72,8 persen. Jika diuji di laboratorium, dapat masuk kategori K1," jelas Sanusi. 

Sehingga, menurut Sanusi, bahwa garam tersebut selain bisa digunakan untuk produk kosmetik, juga dapat diolah menjadi garam konsumsi maupun aktivitas farmasi. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar masyarakat di wilayah pesisir Malang Selatan turut serta dalam memproduksi garam dengan metode tunnel. 

Baca Juga : Rektor UINSA Dukung Langkah Kemenag Tingkatkan Kesejahteraan Guru Madrasah

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring menyampaikan, pengembangan produksi garam dengan metode tunnel dilakukan di sebuah tempat seperti green house. Namun, plastik yang digunakan sebagai penutup tempat produksi garam dengan metode tunnel tersebut berukuran 5 mikron. 

Di mana untuk bagian dalam ruang produksi garam dengan metode tunnel tersebut berisi air laut yang dialirkan langsung dari pesisir laut Malang Selatan, menggunakan pipa berukuran 2 kilometer. Victor menyebut, jika cuaca sedang mendung suhu berada di angka 27 derajat. Tetapi di dalam tunnel suhu mencapai 47 derajat. 

"Jika sedang panas, suhu bisa melebihi itu. Tunnel tersebut juga kedap air. Sehingga, meskipun hujan, masih dapat berfungsi dengan baik," imbuh Victor.

Menurutnya, kualitas garam yang dihasilkan dengan menggunakan metode tunnel sangat bagus. Meskipun di wilayah pesisir Malang Selatan banyak gunung kapur, tidak ditemukan kadar Kalsium dan Magnesium pada garam. 

"Hanya dengan lahan sekitar 4x21 meter, sudah dapat memproduksi minimal 600 kilogram garam per siklus atau 14 hari," pungkas Victor.


Topik

Pemerintahan Garam Tunnel garam Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Mojokerto Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Sri Kurnia Mahiruni