free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Pemkab Gresik Pastikan Harga Pangan Stabil dan Stok Aman Jelang Ramadan

Penulis : Syaifuddin Anam - Editor : Dede Nana

13 - Feb - 2026, 13:08

Placeholder
Ratusan warga ketika berbelanja di stand Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah kabupaten Gresik di Pendopo Alun-alun Gresik, Jumat 13 Februari 2026.

JATIMTIMES – Pemerintah Kabupaten Gresik turut ambil bagian dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak secara nasional pada Jumat 13 Februari 2026, di Pendopo Alun-Alun Gresik.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Baca Juga : 22 Dapur SPPG di Kota Batu Masih Antre Sertifikasi SLHS

Gerakan ini dibuka secara daring oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman. Dalam arahannya menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha pangan tidak diperbolehkan menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,4 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Februari. Pemerintah juga telah menyiapkan 1,5 juta ton beras SPHP dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram serta 700 ribu ton minyak goreng dengan harga maksimal Rp15.700 per liter.

"Kami tegaskan, kepada seluruh pengusaha pangan di seluruh Indonesia jangan menaikan harga diatas HET yang ditentukan pemerintah," ujar Amran Sulaiman melalui daring yang diikuti pemerintah kabupaten Gresik di Pendopo Alun-alun Gresik, Jumat 13 Februari 2026.

Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah tidak main-main jika soal pangan. Pihaknya meminta kepada Ketua Satgas Pangan seluruh Indonesia untuk menindak tegas pengusaha yang berani bermain-main. 

"Intinya tidak boleh ada kenaikan harga. Kalau ada pengusaha yang menaikan harga, kejar sampai ketemu. Berikan sanksi tegas, cabut izin usahanya," tegas Amran Sulaiman.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa Pemkab Gresik tegak lurus dengan instruksi Presiden dalam menjaga kestabilan harga pangan.

"Kami ingin memastikan masyarakat Gresik menjalani puasa dan merayakan Idulfitri dengan tenang. Tidak boleh ada kelangkaan maupun lonjakan harga yang memberatkan. Pemerintah hadir untuk menjaga daya beli masyarakat," ujarnya.

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemkab Gresik berharap stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan rasa aman, tenang, serta penuh keberkahan.

"Pemerintah juga terus melakukan pemantauan di lapangan bersama Satgas Pangan Polres Gresik untuk memastikan stabilitas harga dan stoknya tetap aman," pungkasnya.

Baca Juga : Sungai Kedung Dandang Meluap: Plengsengan Tergerus, Saluran IPAL Warga Terputus

Dalam kegiatan ini, berbagai komoditas dijual dengan harga di bawah pasar, antara lain: Beras SPHP 2,5 ton seharga Rp11.000/kg, Beras premium 500 kg seharga Rp14.000/kg, Minyak goreng Minyakita 360 liter seharga Rp15.000/liter. Gula pasir premium 80 kg seharga Rp16.000/kg, Gula pasir PG Kremboong 450 kg seharga Rp15.000/kg, Bawang merah 100 kg seharga Rp15.000/500 gram, Bawang putih kating 100 kg seharga Rp13.000/500 gram. Cabai rawit merah 20 kg seharga Rp7.000/ons, Cabai merah besar 20 kg seharga Rp5.000/2,5 ons, Telur ayam ras 60 pack seharga Rp24.000/pack.

Gerakan pangan murah ini mengundang antusiasme warga berdatangan ke lokasi. Siti misalnya, warga Kecamatan Kebomas, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia rela mengantre untuk membeli beras dan minyak goreng.

"Menjelang puasa biasanya harga naik. Jadi kegiatan seperti ini sangat dinanti. Alhamdulillah bisa beli beras dan minyak dengan harga lebih terjangkau," tuturnya

Senada disampaikan Eliswati warga Tlogopojok, Kecamatan Gresik juga mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Harga produk yang dijual lebih murah, dibanding harga pasar.

Perempuan berusia 56 tahun membeli dua karung beras dengan berat masing-masing 5 kilogram. Beras tersebut akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. "Alhamdulillah senang mas, harganya lebih murah dibanding di pasar," ujar Eliswati usai membeli beras SPHP.

Pihaknya berharap, kegiatan pangan murah ini terus digelar oleh pemerintah. Utamanya menjelang bulan Suci Ramadan harga kebutuhan bahan pokok akan mengalami kenaikan. 

Selain menjaga keterjangkauan harga, kegiatan ini juga menghadirkan mobil Laboratorium Keliling Pengawasan Keamanan Pangan yang mampu melakukan pemeriksaan kandungan bahan pangan secara langsung di lokasi. Langkah ini memastikan produk yang dijual tidak hanya terjangkau, tetapi juga aman dan layak konsumsi.


Topik

Pemerintahan gerakan pangan murah pemkab gresik sembako



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Mojokerto Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Syaifuddin Anam

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan