free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Sidak Distribusi Pangan, Pemkot Malang Pastikan Stok Aman dan Harga Relatif Stabil Jelang Lebaran

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

11 - Mar - 2026, 14:17

Placeholder
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, meninjau stok dan harga bahan pangan dj Pasa Sawojajar.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), LPG, serta bahan pokok penting di Kota Malang dalam kondisi aman. Masyarakat diminta tidak terpengaruh isu yang dapat memicu aksi panic buying.

Kepastian tersebut disampaikan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat setelah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik distribusi, mulai dari pasar tradisional hingga distributor dan lembaga penyalur logistik.

Baca Juga : Safari Ramadan di Ajung, Bupati Jember Umumkan Beasiswa Khusus Anak Kader Posyandu

Dalam peninjauan itu, rombongan Pemkot Malang mendatangi Pasar Sawojajar, pusat perbelanjaan modern, distributor bahan pokok, gudang Bulog, hingga depo Pertamina untuk memastikan kondisi pasokan di lapangan.

“Yang penting saya mohon kepada semua teman-teman untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang kepastian bahwa tidak ada isu-isu yang membuat masyarakat melakukan panic buying,” ujar Wahyu.

Ia menegaskan, dari hasil pengecekan langsung, stok BBM, LPG hingga bahan pokok penting di Kota Malang dipastikan aman dan tidak ada indikasi kelangkaan.

“Sudah ada kepastian bahwa ketersediaan BBM, LPG, kemudian bahan pokok penting itu semua aman tersedia. Tidak ada kelangkaan BBM,” tegasnya.

Menurut Wahyu, isu mengenai stok yang disebut-sebut habis sebenarnya hanya berkaitan dengan proses distribusi atau penggantian pasokan yang berlangsung secara berkala. Sistem distribusi membuat stok terus diperbarui sebelum benar-benar kosong di tingkat penjualan.

“Jadi kalau ada isu stok habis, itu tidak benar. Itu hanya penggantian saja. Sebelum kosong sudah diisi lagi, sehingga pasokan akan terus tersedia,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkot Malang mencatat adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, terutama cabai. Kenaikan tersebut dipicu faktor cuaca yang memengaruhi produksi di tingkat petani.

Wahyu mengungkapkan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang sebelumnya telah melakukan peninjauan langsung hingga ke daerah produsen untuk melihat kondisi di hulu.

“Dari petani memang sudah agak tinggi. Itu dikarenakan cuaca, sehingga harga cabai naik. Dari petani ke pasar induk juga akhirnya ikut mengalami kenaikan,” terangnya.

Baca Juga : Target Diikuti 7.000 Pelari, Half Marathon Bakal Digelar Sambut HUT Kota Malang

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Malang akan mempertimbangkan skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk mendatangkan pasokan dari wilayah lain yang memiliki stok lebih stabil. Selain itu, intervensi juga akan dilakukan melalui program Warung Tekan Inflasi.

“Kalau ada daerah yang stoknya cukup, kita bisa beli dari sana. Kemudian kita buat Warung Tekan Inflasi untuk membantu menstabilkan harga,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa meskipun saat ini masih cukup jauh dari momentum hari raya, tren harga biasanya akan kembali meningkat ketika mendekati periode tersebut. Karena itu, pemerintah daerah akan menyiapkan langkah intervensi lebih dini.

Untuk komoditas bahan pokok lainnya, Wahyu memastikan kenaikan harga masih dalam batas wajar dan tidak terjadi lonjakan signifikan. Ketersediaan barang di pasar juga dinilai masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, untuk komoditas beras premium di pasar, harga saat ini masih berada pada kisaran Rp72 ribu hingga Rp76 ribu per kemasan. Menurut Wahyu, kondisi di Pasar Sawojajar juga menunjukkan bahwa pilihan beras sangat dipengaruhi preferensi merek konsumen.

“Kadang masyarakat mencari merek tertentu. Kalau merek itu tidak ada, biasanya mereka akan beralih ke merek lain. Jadi sebenarnya stok beras masih ada,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan kota malang wahyu hidayat inflasi distribusi pangan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Mojokerto Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri