free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Internasional

Iran Buka Akses Selat Hormuz untuk Kapal Non-Musuh, Ini Syarat Ketat di Tengah Konflik Memanas

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

25 - Mar - 2026, 13:06

Placeholder
Ilustrasi kapal di selat Hormuz. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih terus meningkat dan berdampak luas, termasuk pada jalur pelayaran global. Di tengah situasi tersebut, Iran menyampaikan pernyataan penting terkait akses kapal di Selat Hormuz jalur sempit namun sangat vital bagi distribusi energi dunia.

Melalui misi diplomatik tetapnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Iran menegaskan bahwa kapal-kapal yang tidak dianggap sebagai “musuh” tetap dapat melintas dengan aman, selama memenuhi sejumlah ketentuan yang telah ditetapkan.

Baca Juga : Rencana Pembalajaran Daring April Batal? Ini Penjelasan Resminya

Pernyataan tersebut disampaikan melalui media sosial X pada Selasa (24/3) waktu setempat. Dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (25/3/2026), Iran menekankan bahwa prinsip utama yang harus dipatuhi adalah netralitas terhadap konflik.

Dalam pernyataannya, misi Iran untuk PBB menyebut bahwa kapal non-musuh dapat melintasi Selat Hormuz dengan syarat yang harus dipatuhi. 

“Kapal-kapal non-musuh, termasuk yang dimiliki atau terkait dengan negara-negara lainnya, dapat dengan syarat mereka tidak berpartisipasi atau mendukung tindakan agresi terhadap Iran dan sepenuhnya mematuhi peraturan keselamatan dan keamanan yang ditetapkan memperoleh manfaat dari perlintasan aman melalui Selat Hormuz dalam koordinasi dengan otoritas Iran yang berwenang," tulisnya. 

Syarat Kapal Bisa Melintas Selat Hormuz

Dari pernyataan tersebut, terdapat beberapa poin penting yang menjadi syarat kapal untuk tetap bisa melintas, di antaranya:

• Tidak terlibat dalam aksi militer atau mendukung serangan terhadap Iran

• Mematuhi seluruh aturan keselamatan dan keamanan pelayaran

• Melakukan koordinasi dengan otoritas Iran selama melintas

Ketentuan ini menunjukkan bahwa Iran tidak sepenuhnya menutup Selat Hormuz, namun memperketat kontrol di tengah konflik yang masih berlangsung.

Latar Belakang Konflik yang Memicu Ketegangan

Pernyataan ini tidak lepas dari konflik besar yang pecah setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.

Serangan tersebut menjadi titik awal eskalasi besar di kawasan. Laporan menyebutkan sedikitnya 1.340 orang tewas di berbagai wilayah Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke sejumlah target di Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Akibat serangan balasan tersebut, sedikitnya 13 tentara AS dilaporkan tewas, sementara 290 lainnya mengalami luka-luka, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi serius.

Baca Juga : Arus Balik Ketapang–Gilimanuk Meningkat, ASDP Siapkan Skema Urai Kepadatan

Konflik ini langsung berdampak pada aktivitas di Selat Hormuz. Sebagai salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, selat ini sebelumnya dilalui sekitar 20 juta barel minyak setiap harinya.

Namun sejak awal Maret, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut mengalami pembatasan signifikan. Situasi ini memicu kekhawatiran global karena Selat Hormuz merupakan jalur utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk ke berbagai belahan dunia.

Gangguan di jalur ini berdampak langsung pada:

- Kenaikan harga minyak global

- Lonjakan biaya pengiriman internasional

- Terganggunya rantai pasok energi dunia

Sejumlah analis menilai, meskipun Iran masih membuka akses bagi kapal “non-musuh”, risiko keamanan di kawasan tetap tinggi. Setiap eskalasi lanjutan berpotensi memperburuk kondisi, bahkan bisa memicu penutupan total jalur tersebut.

Pernyataan Iran ini juga dinilai sebagai sinyal politik kepada dunia internasional. Di satu sisi, Teheran menunjukkan bahwa mereka masih menghormati jalur perdagangan global. Namun di sisi lain, Iran tetap menegaskan kontrol penuh atas wilayah strategis tersebut.

Dengan kata lain, Selat Hormuz kini berada dalam situasi yang sangat sensitif—tetap terbuka, tetapi dengan risiko tinggi di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.


Topik

Internasional selat hormuz iran konflik timur tengah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Mojokerto Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana